Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali berhasil digagalkan Tim Pengamanan (PAM) Kebun Bandar Klippa (KBK). Seorang pemanen liar diringkus saat beraksi di Afdeling IV Blok 22 Kebun Bandar Klippa, Selasa (3/2/2026) malam.
Penangkapan berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Tim PAM KBK Rayon B tengah menggelar patroli rutin di areal perkebunan. Sekitar pukul 18.00 WIB, petugas mencurigai pergerakan seorang pria yang kedapatan melakukan panen liar di dalam blok kebun.
Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan BKO Korkam serta tim PAM lainnya. Strategi pengendapan pun diterapkan di sekitar Blok 22, tepatnya di area dekat pemakaman, untuk memastikan pelaku tidak memiliki ruang untuk meloloskan diri.
Saat pelaku melangsir 6 tandan TBS ke arah parit baketan, Tim PAM langsung melakukan penyergapan. Pelaku sempat mencoba kabur ke arah perkampungan dan bahkan masuk ke rumah warga. Namun, berkat kesigapan, kecepatan, dan koordinasi solid antarpetugas, pelaku berhasil dibekuk dalam waktu singkat.
![]() |
Pelaku diketahui bernama Edi Susanto (31), warga Dusun I Gang Budi Sentosa, Desa Batang Kuis Pekan, dengan pekerjaan serabutan. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 6 tandan TBS, komedil seberat 15 kilogram, dengan total berat mencapai 90 kilogram, serta satu bilah egrek yang digunakan untuk melakukan panen ilegal. Dalam peristiwa ini, tidak ditemukan adanya TBS yang hilang dari areal kebun, sehingga potensi kerugian perusahaan berhasil ditekan.
Akses keluar-masuk pelaku diketahui melalui jalur Desa Sidodadi Pasar 6 Timur, Gang Neraka, yang selama ini menjadi salah satu titik rawan perlintasan pelaku pencurian.
![]() |
Usai penangkapan, seluruh barang bukti diamankan ke Kantor Kebun Bandar Klippa. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti diserahkan ke Polsek Batang Kuis untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Kejadian tersebut juga telah dilaporkan secara resmi kepada pimpinan kebun.
Manajer Kebun Bandar Klippa, Punantaras Tarigan, menegaskan bahwa manajemen tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pencurian di lingkungan perkebunan. Ia memastikan patroli dan pengamanan akan terus diperketat, terutama pada jam-jam rawan, sebagai langkah tegas menjaga aset perusahaan sekaligus peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi pelaku pencurian di Kebun Bandar Klippa.
{Team/ Faktainews.com}


