![]() |
Deli Serdang, Faktainews.com | Aksi panen liar tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali digagalkan oleh Tim Pengamanan (PAM) Kebun Bandar Klippa. Seorang pelaku berhasil diamankan saat melakukan panen ilegal di Afdeling II Blok 17, Selasa dini hari (10/3/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 00.30 WIB, petugas jaga Rayon A yang terdiri dari Egi dan Alwi tengah melaksanakan patroli rutin di areal kebun. Saat menyisir blok tanaman, petugas melihat cahaya senter mencurigakan yang berasal dari dalam areal perkebunan.
Merasa curiga, petugas segera melakukan pengecekan ke lokasi tersebut. Di tempat kejadian, petugas mendapati seorang pria tengah melakukan panen tanpa izin dengan sejumlah tandan sawit yang telah dipotong.
Petugas kemudian segera berkoordinasi dengan tim pengamanan yang terdiri dari Bapam, personel BKO, dan Danton untuk melakukan pengamanan di lokasi. Berkat koordinasi yang cepat dan terukur, pelaku akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan.
![]() |
Pelaku diketahui bernama Dedi Pranata (23), warga Jalan Sopo Yono Pasar 10, Desa Saentis. Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan 12 tandan TBS dengan komedil sekitar 5 kilogram per tandan atau total sekitar 60 kilogram. Selain itu, petugas juga menyita satu bilah egrek yang digunakan pelaku untuk memanen buah sawit secara ilegal.
Seluruh tandan sawit yang telah dipanen berhasil diamankan sehingga tidak menimbulkan kerugian kehilangan bagi pihak kebun.
Usai diamankan, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Kantor Rayon A Saentis untuk proses pendataan dan pelaporan kepada manajemen kebun. Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Polsek Medan Tembung guna menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Manajer Kebun Bandar Klippa, Punantaras Tarigan, menegaskan bahwa keberhasilan patroli dini hari tersebut menjadi bukti bahwa pengawasan di areal perkebunan yang terus diperketat berjalan efektif. Ia menyebut, patroli rutin yang dilakukan Tim PAM terbukti mampu mempersempit ruang gerak pelaku panen ilegal yang kerap memanfaatkan celah pengamanan.
Menurutnya, manajemen kebun akan terus meningkatkan intensitas patroli serta menerapkan langkah penindakan tegas sebagai bentuk komitmen dalam menjaga aset perusahaan. Langkah ini sekaligus menjadi peringatan keras dan efek jera bagi siapa pun yang mencoba melakukan pencurian di kawasan perkebunan.
{Team/ Faktainews.com}

