Lima Aksi Pencurian Sawit Digagalkan dalam Sehari, Tim Keamanan Kebun Tandem Selamatkan 1,74 Ton TBS dan Amankan Dua Sepeda Motor

Redaksi
By -
0



Sumut, Faktainews.com
| Upaya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal Kebun Tandem kembali mendapat perlawanan serius. Dalam rentang waktu kurang dari 12 jam, Jumat, 26 Juni 2026, tim pengamanan gabungan berhasil menggagalkan lima aksi pencurian di sejumlah titik berbeda. Sebanyak 1,74 ton TBS berhasil diamankan, sementara dua unit sepeda motor yang diduga digunakan para pelaku turut disita sebagai barang bukti.



Rangkaian pengungkapan tersebut menunjukkan bahwa pengawasan di kawasan perkebunan semakin diperketat. Tim keamanan yang terdiri dari personel security, BKO, Bapam, serta unsur TNI terus meningkatkan patroli rutin dan pengendapan di sejumlah titik rawan yang selama ini kerap diduga menjadi jalur keluar hasil panen ilegal.



Aksi pertama terungkap sekitar pukul 08.30 WIB di Afdeling IV Blok B3 Letter S, Rayon A Sei Semayang. Saat melakukan patroli rutin, petugas menerima informasi adanya aktivitas pemanenan liar di dalam areal kebun. Tim segera bergerak menuju lokasi dan melakukan pengejaran. Namun para pelaku lebih dulu mengetahui kedatangan petugas sehingga melarikan diri ke arah Perkampungan Blok II Paya Bakung.



Meski gagal menangkap pelaku, petugas menemukan tumpukan hasil panen yang diduga siap dibawa keluar dari areal perkebunan. Sebanyak 28 tandan TBS dengan berat sekitar 420 kilogram diamankan dan dibawa ke Kantor Afdeling IV Rayon A Sei Semayang.



Dua jam kemudian, sekitar pukul 10.30 WIB, tim gabungan Rayon B kembali menggagalkan aksi serupa di Afdeling V Blok 612 BPPRI Kelambir. Pelaku melarikan diri ke arah permukiman warga saat mengetahui keberadaan petugas.



Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 7 tandan TBS seberat 105 kilogram serta satu unit sepeda motor Honda Vario warna biru bernomor polisi BK 6367 OH yang diduga digunakan dalam aktivitas pencurian. Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Kantor Tandem Hulu.



Memasuki sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB, tim keamanan kembali menemukan aktivitas pencurian di Afdeling IV Blok D2 Rayon A Sei Semayang. Seperti kejadian sebelumnya, para pelaku memilih melarikan diri ke arah Karang Anyar, Paya Bakung, begitu mengetahui kedatangan petugas.



Dalam penyisiran yang dilakukan setelah pengejaran, petugas menemukan 45 tandan TBS dengan berat mencapai 675 kilogram. Jumlah tersebut menjadi barang bukti terbesar yang diamankan dalam rangkaian penggagalan pencurian sepanjang hari itu.



Menjelang malam, sekitar pukul 18.00 WIB, tim keamanan kembali bergerak ke Afdeling I Blok 29 setelah menerima laporan adanya pemanen liar yang sedang beraksi. Petugas sempat melakukan pengendapan sebelum melakukan penyergapan.



Mengetahui keberadaan petugas, pelaku melarikan diri dengan menyeberangi ruas tol menuju kawasan permukiman Paya Bakung. Dari lokasi kejadian, petugas menemukan 25 tandan TBS dengan berat sekitar 450 kilogram yang telah dikumpulkan di parit pinggir tol dan diduga siap diangkut keluar dari areal perkebunan.



Hanya berselang sekitar 30 menit, penggagalan kelima terjadi di Afdeling V Blok 613 Triplekan Kelambir. Tim keamanan kembali menemukan aktivitas pencurian TBS. Para pelaku berhasil melarikan diri ke arah perkampungan, namun meninggalkan sejumlah barang bukti.



Petugas mengamankan 6 tandan TBS seberat 90 kilogram serta satu unit sepeda motor Honda Vario Techno warna biru doff bernomor polisi BK 5397 AHN yang ditinggalkan di lokasi. Barang bukti tersebut kini diamankan di Kantor Tandem Hulu.



Dari lima lokasi berbeda itu, tim pengamanan berhasil menyelamatkan total 111 tandan TBS dengan berat mencapai 1.740 kilogram atau sekitar 1,74 ton. Selain itu, dua unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas pencurian turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.



Keberhasilan menggagalkan lima aksi pencurian dalam sehari menunjukkan bahwa ruang gerak para pelaku semakin sempit. Patroli intensif, pengendapan di titik rawan, serta koordinasi yang semakin kuat antara tim keamanan dan Aparat Penegak Hukum mulai memberikan hasil nyata dalam menekan angka pencurian hasil perkebunan.



Manajemen Kebun Tandem menegaskan pengamanan di seluruh afdeling akan terus diperketat. Setiap upaya pencurian maupun penguasaan hasil perkebunan secara ilegal akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.



Pihak manajemen juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas panen liar maupun pengambilan hasil perkebunan secara ilegal. Seluruh aktivitas di kawasan Kebun Tandem berada dalam pengawasan ketat, dan setiap pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)