Security Kebun Tandem Diserang Saat Amankan Pemanen Liar Hingga Luka Serius

Redaksi
By -
0



Sumut, Faktainews.com
| Seorang anggota Security Rayon A Tandem menjadi korban penyerangan saat menjalankan tugas patroli pengamanan kebun pada Minggu, 28 Desember 2025. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.20 WIB di Afd 01 Blok 07, wilayah Kebun Tandem, Kabupaten Deli Serdang.



Kejadian bermula ketika tim keamanan melaksanakan patroli rutin dan mendapati seorang pemanen liar tengah melakukan aktivitas ilegal di areal perkebunan. Menyadari kehadiran petugas, pelaku berupaya melarikan diri hingga akhirnya dilakukan pengejaran oleh tim keamanan.



Petugas berhasil mengamankan satu orang pemanen liar dan berniat membawanya ke Pos Keamanan Tandem. Namun situasi mendadak memanas ketika sejumlah rekan pelaku datang dan melakukan penyerangan secara brutal dengan melempari petugas menggunakan batu. Salah satu lemparan mengenai kepala anggota security hingga mengakibatkan luka serius.



Akibat serangan tersebut, pelaku yang sempat diamankan berhasil meloloskan diri. Sementara korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Asia Medica untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka di bagian kepala dan harus menjalani perawatan dengan lima jahitan.




Korban diketahui bernama M. Bagus Suprayetno (31), warga Dusun VI Tandem Hulu I, yang bertugas sebagai anggota Security Rayon A Tandem.



Tidak hanya menyebabkan korban luka, aksi penyerangan ini juga mengakibatkan kerugian materiil berupa satu unit sepeda motor Suzuki Smash dengan nomor polisi BK 4855 AGC yang dirusak oleh para pelaku.



Pasca kejadian, pihak keamanan telah mengambil langkah-langkah tindak lanjut dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada Pimpinan Kebun serta membuat laporan resmi ke Polsek Binjai untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.



Pihak keamanan berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap para pelaku penyerangan, serta menindak tegas sesuai hukum guna memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa di lingkungan perkebunan.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)