![]() |
Langkat, Faktainews.com | Aksi kekerasan terhadap petugas pengamanan kembali terjadi dan kali ini berlangsung brutal. Dua orang security Kebun TJT Rayon A menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal saat menjalankan tugas jaga ancak, Jumat dini hari (30/01/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Insiden mencekam tersebut terjadi di AFD I Blok 1 TT 2002 Pos Rusak, areal Kebun TJT. Akibat serangan itu, satu orang security mengalami luka ringan, sementara dua unit sepeda motor milik petugas dirusak secara brutal oleh para pelaku. Korban diketahui bernama Nainul Amali (OS) dan Yogi Pranata (OS).
Berdasarkan kronologis yang dihimpun, kedua security saat itu tengah melaksanakan pengendapan di ancak sebagai bagian dari tugas pengamanan rutin. Namun situasi yang semula terkendali berubah menjadi mencekam ketika segerombolan orang tiba-tiba datang dan langsung melakukan penyerangan tanpa peringatan.
Para pelaku bertindak membabi buta dengan melempari korban menggunakan batu, melakukan pemukulan, serta melampiaskan amarah dengan merusak dua unit sepeda motor milik security. Serangan berlangsung singkat namun sangat brutal, memaksa kedua korban menyelamatkan diri demi menghindari jatuhnya korban jiwa.
Dalam kondisi tertekan dan terancam, para security segera menghubungi pos utama untuk meminta bantuan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Bapam, BKO, serta security lainnya bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), tim gabungan langsung melakukan pengejaran dan penyisiran hingga ke area perkampungan sekitar. Namun, para pelaku telah lebih dahulu melarikan diri dan hingga kini belum berhasil diamankan.
Aksi ini dinilai sebagai penyerangan serius terhadap petugas pengamanan kebun yang tengah menjalankan tugas menjaga keamanan serta melindungi aset perusahaan dan negara.
Atas kejadian tersebut, pihak kebun telah mengambil langkah tegas dengan melaporkan insiden kepada pimpinan serta melaporkannya secara resmi kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Akibat insiden tersebut, satu orang security mengalami luka ringan di bagian kaki kiri, sementara dua unit sepeda motor milik petugas mengalami kerusakan parah akibat aksi perusakan yang dilakukan para pelaku.
Manajer Kebun Tanjung Jati, H. Riza M. Kasa, SP, bersama manajemen dan tim pengamanan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap petugas tidak dapat ditoleransi. Pihaknya mendesak Aparat Penegak Hukum untuk mengusut tuntas dan menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Insiden ini menjadi peringatan keras atas tingginya ancaman keamanan di areal perkebunan, sekaligus menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas demi melindungi petugas di lapangan serta menjaga stabilitas dan keamanan aset negara.
{Team/ Faktainews.com}
