Manajemen Kebun Bantah Pemberitaan Pengeroyokan di Afdeling IV, Tegaskan Tak Ada Pemukulan

Redaksi
By -
0



Sumut, Faktainews.com
| Manajemen Kebun menyampaikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan salah satu media daring yang menyebut adanya dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga di areal Afdeling IV. Pihak manajemen menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan opini publik.



Berdasarkan kronologi kejadian, Insiden tersebut bermula pada Kamis malam, 15 Januari 2026, ketika pihak kebun menemukan adanya kehilangan Tandan Buah Segar (TBS) di areal Afdeling IV. Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim Pengamanan Kebun melakukan patroli rutin dan menemukan indikasi kuat adanya aktivitas pencurian.



Saat patroli berlangsung, tim mendapati oknum yang diduga terlibat pencurian dan melakukan pengejaran ke arah Kampung Kramat Gajah. Manajemen menegaskan bahwa tindakan pengejaran tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan aset perusahaan dan dilaksanakan sesuai prosedur pengamanan yang berlaku.



Menanggapi tudingan yang beredar, Manajemen Kebun secara tegas membantah adanya pengeroyokan maupun pemukulan terhadap pihak mana pun.



“Tidak pernah terjadi pemukulan terhadap siapa pun, baik oleh personel BKO maupun petugas keamanan kebun,” tegas manajemen.



Berdasarkan fakta di lapangan, di lokasi kejadian hanya terjadi adu mulut dan saling dorong, tanpa adanya tindakan kekerasan fisik berupa pemukulan sebagaimana yang diberitakan. Oleh karena itu, narasi pengeroyokan secara bersama-sama yang disampaikan oleh salah satu media dinilai tidak benar, tidak berimbang, dan menyesatkan.



Lebih lanjut dijelaskan, pada malam kejadian tersebut pihak kebun justru mengutamakan penyelesaian secara persuasif dan kekeluargaan. Mediasi antara pihak kebun dan pihak terkait telah dilaksanakan pada hari yang sama dengan melibatkan unsur terkait. Proses mediasi berlangsung kondusif dan berakhir secara damai, ditandai dengan adanya saling pengertian serta berjabat tangan sebagai simbol penyelesaian tanpa konflik lanjutan.



Manajemen Kebun juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai sepihak dan tidak mengedepankan prinsip konfirmasi menyeluruh. Sebagai perbandingan fakta, manajemen mengungkapkan bahwa pada 25 Desember 2025, Tim Pengamanan Kebun pernah berhasil menggagalkan pencurian TBS di areal Afdeling IV dengan barang bukti kuat berupa satu unit sepeda motor dan satu karung TBS.



Namun dalam kejadian tersebut, tim pengamanan justru didatangi sekelompok orang yang membawa senjata tajam dan barang bukti yang telah diamankan diambil secara paksa. Peristiwa itu menunjukkan bahwa dalam menjalankan tugasnya, petugas keamanan kebun kerap berada dalam situasi terancam.



Bahkan, berdasarkan fakta di lapangan selama ini, Tim Keamanan PTPN Kebun Rayon Selatan tidak jarang mengalami pemukulan hingga pengeroyokan saat mengamankan pelaku pencurian. Meski demikian, pihak keamanan tetap mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis, demi menjaga kondusivitas serta menghindari konflik berkepanjangan.



Manajemen Kebun menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi penegakan hukum, penghormatan terhadap hak masyarakat, serta penyelesaian masalah secara beradab.



Melalui klarifikasi ini, manajemen berharap media dan masyarakat dapat memahami duduk perkara yang sebenarnya serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak berimbang.



“Kami terbuka untuk memberikan informasi yang dibutuhkan dan mengajak seluruh pihak mengedepankan fakta, bukan opini yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tutup manajemen.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)