
Pantai Labu, Faktainews.com | Ancaman abrasi pantai semakin nyata dirasakan masyarakat Dusun III, Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Daratan yang terus longsor akibat hantaman ombak membuat warga mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera membangun tembok penahan ombak guna menyelamatkan permukiman yang kini berada di ambang bahaya, Minggu (15/2/2026).
Permintaan tersebut muncul setelah abrasi pantai dalam beberapa bulan terakhir semakin parah dan mulai menggerus daratan di sekitar rumah warga. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius, sebab jarak antara bibir pantai dan permukiman kini semakin menipis.
Berdasarkan pantauan awak media Faktainews.com di lokasi, sebagian daratan pesisir terlihat telah longsor akibat terjangan ombak laut yang terus menerus. Bahkan, di beberapa titik, jarak antara laut dan rumah warga diperkirakan hanya tersisa sekitar satu meter. Situasi tersebut menciptakan rasa cemas yang terus menghantui masyarakat setiap hari.
Asnita, salah seorang warga Dusun III, mengatakan abrasi terjadi secara perlahan namun pasti. Dalam waktu singkat, perubahan garis pantai terlihat sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap hari ombak menghantam daratan. Tanah terus longsor sedikit demi sedikit. Sekarang jaraknya sudah sangat dekat dengan rumah kami. Kami takut suatu saat rumah ini ikut roboh,” ujarnya dengan nada khawatir.
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan longsor telah terjadi di sejumlah titik sepanjang garis pantai Dusun III. Struktur tanah tampak retak dan sebagian telah runtuh akibat gelombang laut yang semakin kuat, terutama saat cuaca ekstrem dan pasang air laut tinggi.
Warga menilai pembangunan tembok penahan ombak atau tanggul pengaman pantai menjadi solusi mendesak untuk menghentikan laju abrasi. Tanpa langkah konkret dari pemerintah, masyarakat khawatir kerusakan akan semakin meluas dan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih besar.
Selain meminta pembangunan fisik, warga juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun langsung meninjau kondisi lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat Dusun III, tembok penahan ombak bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan harapan terakhir untuk mempertahankan tanah tempat mereka tinggal dari ancaman laut yang terus mendekat hari demi hari.
Reporter: Jansen.