
Deli Serdang, Faktainews.com | Upaya pencurian tandan buah segar (TBS) kembali digagalkan Tim Pengamanan PTPN IV Kebun Tandem dalam patroli malam yang digelar di Afdeling IV Rayon A. Petugas memergoki aksi pencurian di Blok K18 Tol Terowongan pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 20.15 WIB.
Pengungkapan kasus bermula ketika petugas jaga wilayah (JWM) yang tengah melaksanakan patroli rutin mencurigai keberadaan seseorang di area kebun yang dikenal rawan pencurian. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Koordinator Keamanan (Korkam) untuk dilakukan tindakan cepat.
Menindaklanjuti laporan itu, Korkam M. Napitupulu langsung menginstruksikan personel BKO bersama tim pengamanan kebun melakukan pengejaran ke lokasi. Saat petugas mendekat, pelaku berusaha melarikan diri ke arah perkampungan di perbatasan areal kebun.
![]() |
Meski pelaku berhasil kabur, petugas menemukan dan mengamankan barang bukti yang ditinggalkan di lokasi kejadian berupa 10 tandan buah segar (TBS) dengan total berat sekitar 100 kilogram, serta satu unit becak motor (betor) tanpa pelat nomor yang diduga digunakan sebagai sarana pengangkutan hasil curian.
Identitas pelaku diketahui bernama Rendi Ramadani (29), warga Paya Bakung Pasar I C Luar, yang berprofesi sebagai pekerja bengkel. Identifikasi dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan awal tim keamanan di lapangan.
Operasi pengamanan tersebut melibatkan personel gabungan, yakni Korkam M. Napitupulu, Tarigan dan Roy Purba dari unsur BKO, Aipda Amri, Pratu Romulus, serta petugas jaga lapangan yang sedang bertugas saat kejadian berlangsung.
Peristiwa tersebut langsung dilaporkan kepada Askep, Asisten Afdeling IV Rayon A, serta Manajer Kebun Tandem. Seluruh barang bukti telah diamankan pihak afdeling dan selanjutnya akan diserahkan ke Polsek Sunggal untuk proses hukum lebih lanjut.
Manajer Kebun Tandem, Makmur Edison Panjaitan, menegaskan bahwa manajemen tidak memberikan ruang sedikit pun terhadap praktik pencurian di lingkungan perkebunan.
“Pengamanan akan terus diperketat melalui peningkatan patroli dan pengawasan di seluruh areal kebun. Ini merupakan bentuk perlindungan terhadap aset negara sekaligus peringatan tegas bahwa setiap pelanggaran hukum akan ditindak tanpa kompromi,” tegasnya.
Sementara itu, Korkam Kebun Tandem juga menekankan kepada seluruh personel agar meningkatkan intensitas patroli, khususnya di titik-titik rawan, guna memastikan setiap aktivitas mencurigakan dapat segera terdeteksi dan ditindak cepat.
{Team/ Faktainews.com}
