
Binjai, Faktainews.com | Satu dari lima pelaku pengeroyokan terhadap security Kebun Tanjung Jati akhirnya berhasil diringkus aparat Polsek Binjai. Tersangka berinisial Isan Nurul Huda diamankan pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB setelah polisi menerima informasi terkait keberadaannya.
Kapolsek Binjai bersama tim bergerak cepat usai mendapat kabar bahwa tersangka baru keluar dari kampungnya menggunakan sepeda motor bersama rekannya. Petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil memberhentikan kendaraan tersebut sebelum membawa pelaku ke Mapolsek Binjai untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Pada Selasa (10/2/2026) pukul 10.00 WIB, pihak manajemen Kebun Tanjung Jati bersama korban dan sejumlah saksi memenuhi panggilan penyidik guna proses klarifikasi dan pendalaman perkara.
Dalam pemeriksaan, Isan mengakui keterlibatannya dalam aksi brutal terhadap security kebun bernama Sanjaya. Ia juga membongkar identitas empat rekannya yang turut terlibat, masing-masing berinisial Udin, Tio, Rifqi, dan Fauzan.
Polsek Binjai menegaskan akan mengusut tuntas kasus tersebut dan terus memburu keempat pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi. Sementara itu, tersangka yang telah diamankan dipastikan akan diproses hingga ke meja persidangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 18.00 WIB di Afdeling II Blok 24 TT 2017 Dam Bawah, Kebun Tanjung Jati Rayon A.
Saat kejadian, security ancak, Sanjaya, tengah melaksanakan patroli rutin dengan berjalan kaki. Ia mendapati dua orang membawa brondolan sawit dan langsung melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan satu orang.
Namun situasi mendadak berubah mencekam. Secara tiba-tiba, lima orang lainnya muncul dari belakang dan langsung melakukan pengeroyokan menggunakan benda keras. Korban dipukul di bagian belakang kepala hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.
Setelah siuman, dalam kondisi luka dan sempoyongan, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju sepeda motor yang terparkir, lalu menuju Kantor Afdeling I untuk meminta pertolongan.
Setibanya di kantor, korban segera mendapat bantuan dari Mandor I yang langsung menghubungi BAPAM, Danton, BKO, serta personel security lainnya. Korban kemudian dilarikan ke RSU Djoelham Binjai untuk mendapatkan perawatan medis.
Akibat kejadian tersebut, Sanjaya mengalami luka di bagian belakang kepala serta pembengkakan dan pendarahan di mata kanan. Tidak terdapat kerugian material, namun insiden ini menjadi alarm keras atas eskalasi kekerasan di lapangan.
Manajer Kebun Tanjung Jati, H. Riza M. Kasa, SP, melontarkan kecaman keras atas aksi kekerasan yang menimpa petugas keamanannya. Ia menegaskan, perusahaan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi praktik intimidasi maupun serangan terhadap personel yang sedang menjalankan tugas resmi di lapangan.
Menurut Riza, insiden tersebut telah melampaui batas.
“Ini bukan lagi sekadar pencurian. Ini sudah tindak kriminal yang membahayakan nyawa petugas. Kami tidak akan mentolerir kekerasan dalam bentuk apa pun. Proses hukum harus berjalan tegas dan tuntas,” ujarnya.
Riza menambahkan, manajemen memberikan dukungan penuh kepada aparat kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya. Ia juga memastikan pengamanan di areal kebun akan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang.
{Team/ Faktainews.com}

