Tim Pengamanan Berhasil Selamatkan Satu Ton Lebih Buah Sawit Hasil Curian

Redaksi
By -
0



Tanjung Garbus, Faktainews.com
| Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kembali terjadi di areal Kebun Tanjung Garbus. Sedikitnya 15 orang diduga terlibat dalam pemanenan ilegal di Afdeling IV Blok 56 TM 2021 pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat dipergoki, para pelaku melawan dengan senjata tajam dan melarikan diri ke arah Kampung Pasar Miring.



Peristiwa bermula ketika petugas jaga Kurniawan (Security JWM) yang tengah melakukan patroli rutin dan pengendapan mencurigai adanya aktivitas di blok tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, ia mendapati sekelompok orang sedang memanen kelapa sawit secara tidak sah. Laporan segera disampaikan kepada Koordinator Keamanan (Korkam) Sukaraito.



Tim gabungan yang terdiri dari Korkam, Danton KS Selamet E.P, personel BKO Armed, BKO Zipur, serta security JWM langsung bergerak melakukan pengejaran. Namun, para pelaku yang jumlahnya belasan orang diduga telah mengetahui pergerakan petugas dan berupaya kabur melalui jalur perbatasan Afdeling IV menuju Kampung Pasar Miring.



Dalam proses pengejaran, situasi berubah tegang. Para pelaku mengacungkan senjata tajam jenis egrek ke arah petugas sebagai bentuk perlawanan. Ketegangan semakin meningkat ketika dua warga Pasar Miring yang disebut bernama Robi dan Mentok, dan diduga bagian dari kelompok tersebut, melakukan penghadangan serta membantu merampas satu unit sepeda motor milik petugas.



Meski para pelaku berhasil meloloskan diri, tim pengamanan tidak menghentikan langkah. Penyisiran menyeluruh dilakukan di lokasi kejadian. Hasilnya, ditemukan bekas panen ilegal sebanyak 200 tandan TBS dengan estimasi berat sekitar 1.600 kilogram lebih dari satu ton buah sawit berhasil diselamatkan. Selain itu, petugas juga mengamankan satu buah arit yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.



Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Kantor Afdeling IV untuk pendataan dan pelaporan kepada pimpinan kebun.



Manajemen Kebun Tanjung Garbus menegaskan bahwa insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Rangkaian kasus serupa yang terus berulang menunjukkan tingkat pencurian di areal kebun tersebut masih tergolong tinggi dan belum menimbulkan efek jera, baik terhadap pelaku lapangan maupun jaringan yang diduga berada di belakangnya.



Menurut manajemen, keterlibatan belasan orang dalam satu aksi serta adanya perlawanan menggunakan senjata tajam menandakan eskalasi yang semakin serius. Keberanian pelaku menghadang dan melawan petugas dinilai telah berubah menjadi ancaman nyata terhadap keamanan aset perusahaan dan stabilitas operasional kebun.



“Ini bukan lagi pencurian biasa. Ada perlawanan dengan senjata tajam, ada penghadangan, bahkan perampasan kendaraan petugas. Jika situasi seperti ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk. Penegakan hukum harus tegas agar benar-benar menimbulkan efek jera,” tegas perwakilan manajemen.



Pihak kebun memastikan tidak akan memberi ruang bagi praktik pencurian yang kian berani. Intensitas patroli akan ditingkatkan, pengamanan diperkuat di titik-titik rawan yang kerap menjadi jalur keluar-masuk bagi para pelaku. 



{Team/ Faktainews.com}


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)