
Deli Serdang, Faktainews.com | Tim pengamanan Kebun Tandem kembali menunjukkan respons cepat dan terukur dalam menggagalkan dua aksi pencurian tandan buah segar (TBS) yang terjadi beruntun, Jumat malam hingga Sabtu dini hari (17–18/4/2026). Dalam operasi tersebut, satu pelaku berhasil dibekuk, sementara dua lainnya melarikan diri. Sejumlah barang bukti turut diamankan, termasuk TBS dan kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan.
Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 22.15 WIB di areal Afdeling IV Blok J3 Rayon A. Saat patroli rutin, petugas jaga mencurigai pergerakan sejumlah orang di titik rawan. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Korkam dan pengawas untuk ditindaklanjuti.
Tim gabungan dari unsur keamanan kebun dan BKO bergerak cepat melakukan pengejaran. Hasilnya, satu dari tiga pelaku berhasil diamankan, sementara dua lainnya kabur ke arah perkampungan di perbatasan areal kebun. Pelaku yang ditangkap diketahui bernama Dedi Gunawan Sianturi (23), warga Ladang Baru.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan 6 tandan buah sawit dengan estimasi berat sekitar 108 kilogram yang diduga hasil panen ilegal. Pelaku beserta barang bukti kemudian diserahkan ke Polsek Hamparan Perak untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Selang beberapa jam kemudian, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 04.15 WIB, upaya pencurian kembali digagalkan di areal Afdeling II Blok 08. Saat patroli gabungan di jalur rawan, tim keamanan memergoki pemanen liar yang tengah melangsir buah sawit.
Petugas langsung melakukan pengejaran. Namun, pelaku kembali berhasil melarikan diri ke arah perkampungan Peringgan. Meski demikian, penyisiran di lokasi membuahkan hasil.
![]() |
Petugas mengamankan 10 tandan TBS komedil dengan berat sekitar 200 kilogram, satu unit sepeda motor tanpa pelat nomor, serta satu alat angkut (along-along) yang diduga digunakan untuk memperlancar aksi pencurian.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Pos Keamanan Kebun Tandem.
Manajemen Kebun Tandem menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan secara menyeluruh di seluruh areal perkebunan. Fokus pengamanan diarahkan pada titik-titik rawan serta jalur keluar-masuk perbatasan kebun, melalui pola patroli yang lebih intensif, terukur, dan berkelanjutan guna menutup setiap celah yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.
“Tidak ada ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan di areal perkebunan. Setiap tindakan ilegal akan kami tindak tegas tanpa kompromi, melalui koordinasi erat dengan aparat penegak hukum,” tegas manajemen.
Pihak manajemen menegaskan bahwa langkah tegas ini bukan sekadar respons sesaat, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memutus rantai pencurian yang kian marak. Penindakan akan dilakukan secara konsisten guna menciptakan efek jera bagi pelaku.
“Ini adalah komitmen kami dalam melindungi aset perusahaan sekaligus memastikan keamanan, ketertiban, dan stabilitas operasional kebun tetap terjaga,” pungkasnya.
{Team/ Faktainews.com}
