
Batang Kuis, Faktainews.com | Sabtu, 18 April 2026 — Warga Dusun III, Desa Mesjid, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, melayangkan protes keras atas maraknya serbuan lalat yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam di sekitar permukiman mereka.
Serangan lalat yang kian tak terkendali disebut telah mengganggu berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari kenyamanan di dalam rumah, kesehatan lingkungan, hingga aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Keluhan tersebut bukan tanpa dasar. Dalam surat keberatan yang ditandatangani ratusan warga, disebutkan bahwa populasi lalat meningkat drastis dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari terganggu dan memicu kekhawatiran serius terhadap kebersihan lingkungan.
Ketua LPM Desa Mesjid, Abdulah (55), menegaskan situasi tersebut sudah sangat meresahkan dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Di dalam rumah saja kami sudah tidak nyaman. Saat makan pun, lalat terus hinggap di piring nasi. Ketika saya keliling, kondisi di warung kopi hingga kantin sekolah juga sama lalatnya sangat banyak,” ujarnya.
Dampak serbuan lalat turut dirasakan pelaku usaha kecil. Sejumlah warung kopi di Desa Mesjid mengalami gangguan karena lalat yang hinggap di makanan dan minuman, sehingga menurunkan kenyamanan pelanggan.
Tak hanya itu, lingkungan pendidikan di SD Negeri 105322 Satu Atap juga terdampak. Di area kantin sekolah, banyaknya lalat tidak hanya mengganggu kenyamanan siswa, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Warga menduga sumber permasalahan berasal dari peternakan ayam yang beroperasi di sekitar desa, dengan pengelolaan limbah yang dinilai tidak optimal sehingga memicu berkembangnya lalat dalam jumlah besar.
Atas kondisi ini, warga mendesak pemerintah setempat dan instansi terkait untuk segera turun tangan. Mereka menuntut langkah konkret dan tegas, termasuk peninjauan langsung terhadap operasional peternakan yang diduga menjadi sumber masalah.
Surat keberatan yang telah ditandatangani ratusan warga menjadi bukti keseriusan masyarakat dalam menuntut solusi.
Warga berharap persoalan ini segera ditangani agar kenyamanan dan kesehatan lingkungan dapat kembali pulih.
Terpisah, saat dikonfirmasi pada Sabtu siang, Camat Batang Kuis, Beny Haryanto Tambunan, S.STP., M.SP., belum memberikan tanggapan meski pesan yang dikirim telah centang dua.
Warga juga memperingatkan akan menempuh aksi lanjutan jika persoalan ini tidak segera ditangani. Mereka bahkan mengancam akan melakukan penutupan terhadap aktivitas yang diduga menjadi sumber masalah apabila pihak Muspika tidak memberikan solusi konkret dalam waktu dekat.
{Team/ Faktainews.com}