Pencuri Sawit Kembali Ditangkap di Kebun Tandem, Petugas Keamanan Nyaris Ditembak Rekan Pelaku

Redaksi
By -
0



Deli Serdang, Faktainews.com
| Aksi pencurian brondolan sawit di areal Kebun Tandem kembali memicu ketegangan. Tim keamanan Security kebun (JWM) Rayon Afdeling IV berhasil menangkap seorang pelaku pencurian brondolan di Blok H3, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, situasi mendadak memanas setelah rekan-rekan pelaku diduga melakukan intimidasi dengan menembaki petugas menggunakan senapan angin jenis PCP saat proses pengawalan berlangsung.



Peristiwa bermula ketika tim security JWM Afdeling IV yang tengah melakukan patroli rutin memergoki seorang pelaku diduga sedang melakukan pencurian brondolan sawit di pinggir jalan areal kebun.



Menyadari adanya tindak pencurian, petugas segera berkoordinasi dengan personel BKO untuk melakukan penindakan cepat. Pelaku akhirnya berhasil diamankan tanpa perlawanan sebelum dibawa bersama barang bukti ke Pos Keamanan Rayon Afdeling IV.


Pelaku diketahui bernama Marsel Sandrian, warga Dusun 5 Telaga Sari, Kelumpang Kebun.



Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa sekitar 20 kilogram brondolan sawit serta satu unit sepeda motor Honda Supra BK 3197 tanpa dokumen kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi pencurian.



Namun ketegangan tidak berhenti di situ. Saat petugas melakukan pengawalan terhadap pelaku, sejumlah rekan pelaku diduga melakukan aksi intimidasi dengan menembaki petugas security kebun menggunakan senapan angin PCP. Beruntung, petugas sigap menghindar sehingga tembakan tidak mengenai sasaran dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. 



Pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan ke kantor pos keamanan Rayon Afdeling IV sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Hamparan Perak untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.



Manajer Kebun Tandem, Juara Bisuk Sinaga, menegaskan bahwa segala bentuk pencurian maupun intimidasi terhadap petugas tidak akan ditoleransi. Pelaku yang telah diamankan dipastikan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.



“Keselamatan petugas adalah prioritas. Setiap pelaku pencurian maupun pihak yang melakukan intimidasi atau kekerasan terhadap petugas akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.



Ia juga memastikan pengamanan di seluruh wilayah operasional akan terus diperketat melalui patroli intensif, pengawasan di titik rawan, serta koordinasi erat dengan Aparat Penegak Hukum guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan di areal perkebunan.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)