Tim Pengamanan Kebun Tandem Kembali Ringkus Komplotan “Ninja Sawit”, 7 Pelaku dan Mobil Pickup Diamankan

Redaksi
By -
0



Deli Serdang, Faktainews.com
| Tim pengamanan Kebun Tandem Rayon B Kelambir kembali berhasil menggagalkan aksi dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal Afdeling 5 Blok 631/632, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Dalam operasi penindakan tersebut, tujuh orang terduga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti sekitar 1,5 ton TBS serta satu unit mobil pickup BK 8521 PH yang diduga digunakan untuk mengangkut hasil curian.


Penangkapan ini menjadi kasus kedua yang berhasil diungkap dalam hari yang sama di lokasi berbeda. Kondisi tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa praktik pencurian sawit di wilayah perkebunan dilakukan secara terorganisir dan sistematis.



Operasi pengamanan melibatkan tim gabungan dari unsur Bapam, BKO, security kebun, Kapam Distrik, asisten, mandor, hingga personel perbantuan kebun. Saat dilakukan penyergapan, para pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Namun, petugas bergerak cepat mengepung lokasi sehingga seluruh pelaku berhasil diamankan tanpa ada yang lolos.



Berdasarkan hasil pendalaman awal di lapangan, para pelaku diduga menggunakan pola yang sama seperti aksi-aksi sebelumnya. Mereka masuk melalui area perladangan jagung milik warga yang berada di luar areal HGU perkebunan untuk menghindari patroli keamanan.



Setelah dipanen secara ilegal, buah sawit kemudian dilangsir menuju titik penjemputan kendaraan yang disembunyikan di area perladangan masyarakat sebelum dibawa keluar dari kebun menggunakan mobil pickup.



Modus tersebut diduga telah berulang kali dilakukan secara berpindah-pindah lokasi guna mengelabui pengawasan petugas. Dengan dukungan kendaraan angkut dan pembagian peran di lapangan, aksi para pelaku dinilai mengarah pada praktik pencurian yang terorganisir layaknya komplotan profesional.



Seluruh terduga pelaku beserta barang bukti kini telah diserahkan ke Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat Penegak Hukum diharapkan dapat mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan, koordinator lapangan, hingga penadah yang terlibat dalam praktik pencurian TBS di wilayah perkebunan.



Manajemen Kebun Tandem menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pengamanan terpadu melalui patroli intensif, pengendapan terukur, serta penutupan jalur-jalur ilegal yang kerap dimanfaatkan pelaku sebagai akses keluar-masuk hasil curian.



“Setiap aksi pencurian akan kami tindak tegas tanpa kompromi. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di areal perkebunan. Seluruh pelaku yang tertangkap akan diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum untuk diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas manajemen.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)