Security Kebun Bandar Klippa Diserang Massa, Petugas Dicekik dan Sepeda Motor Dirusak; APH Diminta Bertindak

Redaksi
By -
0



Batang Kuis, Faktainews.com
| Aksi brutal sekelompok orang diduga preman kembali terjadi di areal Kebun Bandar Klippa. Seorang petugas keamanan (security) menjadi korban penyerangan dan pencekikan saat menjalankan tugas patroli rutin di Afdeling IV Pasar 6, Blok 22, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 05.47 WIB.



Tidak hanya menyerang petugas, kelompok yang diperkirakan berjumlah sekitar 12 orang itu juga melakukan pelemparan batu serta merusak kendaraan milik security yang sedang bertugas menjaga aset perkebunan.



Berdasarkan laporan di lapangan, insiden bermula ketika dua petugas Security JWM, Nathanael Ega Tambunan dan Surianto, melaksanakan patroli rutin di kawasan Afdeling IV Blok 22 Pasar 6. Saat patroli berlangsung, mereka melihat sejumlah orang yang mencurigakan berkeliaran di dalam areal perkebunan.



Namun situasi mendadak memanas ketika kelompok tersebut secara tiba-tiba melakukan penyerangan dengan melempari petugas menggunakan batu.



Menghadapi jumlah massa yang jauh lebih banyak, petugas memilih mundur untuk menghindari jatuhnya korban dan segera meminta bantuan personel BKO yang bertugas melakukan pengamanan aset perusahaan.



Saat tim BKO tiba di lokasi, kelompok penyerang diketahui telah melarikan diri menuju kawasan perkampungan Desa Batang Jambu. Petugas kemudian melakukan penyisiran bersama guna memastikan kondisi areal kebun tetap aman.



Namun dalam proses penyisiran tersebut, kelompok yang sama kembali muncul dan melakukan aksi penyerangan lanjutan. Massa datang secara beramai-ramai, menghancurkan kendaraan milik security, serta melakukan kekerasan fisik terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas.



Dalam peristiwa itu, Nathanael Ega Tambunan menjadi korban penyerangan. Berdasarkan laporan, korban mengalami pencekikan pada bagian leher oleh para pelaku. Selain itu, sepeda motor yang digunakan petugas juga mengalami kerusakan akibat aksi perusakan.



Petugas mengaku mengenali beberapa orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut, yakni Kedep, Saleh, Komeng, dan Dedek. Salah satu nama yang disebut, Saleh, diketahui berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap Danton Kebun Bandar Klippa yang sebelumnya telah dilaporkan kepada pihak berwenang.



Akibat aksi anarkis tersebut, satu unit sepeda motor Honda Supra mengalami kerusakan berupa sayap depan pecah, sayap belakang patah, serta shockbreaker belakang bengkok setelah diduga dihantam batu berukuran besar.



Usai kejadian, petugas langsung mengamankan personel yang menjadi korban dan berkoordinasi dengan BKO serta Polsek Batang Kuis untuk penanganan lebih lanjut.



Pihak manajemen Kebun Bandar Klippa mengecam keras tindakan kekerasan terhadap petugas keamanan yang sedang menjalankan tugas menjaga aset perusahaan. Manajemen menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi, penganiayaan, maupun perusakan fasilitas operasional tidak dapat ditoleransi dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.



Peristiwa ini menambah daftar gangguan keamanan yang terjadi di kawasan perkebunan dan menjadi alarm serius bagi Aparat Penegak Hukum untuk segera menindak para pelaku. Selain mengancam aset perusahaan, aksi kekerasan tersebut dinilai telah membahayakan keselamatan petugas yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kebun.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)