
Binjai, Faktainews.com | Upaya pencurian tandan buah segar (TBS) dalam jumlah besar kembali berhasil digagalkan Tim Pengamanan PTPN IV Kebun Tandem. Dalam patroli rutin menjelang malam, tim gabungan keamanan kebun, BKO, dan petugas security menggagalkan aksi pemanen liar di areal Afdeling I Blok 07, 29, dan 30 pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Pengungkapan bermula saat tim keamanan melakukan patroli pengawasan di kawasan yang dikenal rawan pencurian. Petugas mendapati sejumlah orang mencurigakan memasuki areal perkebunan secara ilegal. Menyadari kehadiran aparat keamanan, para pelaku langsung melarikan diri menuju perkampungan sekitar kebun.
Tim keamanan segera melakukan pengejaran dan pemantauan ketat terhadap pergerakan pelaku. Meski pelaku berhasil meloloskan diri, petugas kemudian melakukan penyisiran menyeluruh di lokasi yang dicurigai menjadi jalur pelangsiran hasil curian.
![]() |
Hasilnya, Petugas menemukan buah sawit yang telah dipanen dan ditumpuk di beberapa titik yang berbeda, termasuk di area gorong-gorong jalan tol yang diduga dijadikan lokasi penyimpanan sementara sebelum hasil curian diangkut keluar dari areal kebun.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Pos Keamanan Kebun Tandem untuk proses pendataan lebih lanjut.
![]() |
Dari lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan 51 tandan buah segar (TBS) dengan komedil sekitar 18 kilogram per tandan atau total mencapai kurang lebih 918 kilogram. Selain itu, turut disita satu bilah egrek yang digunakan pelaku untuk memanen serta satu unit along-along yang diduga menjadi sarana pengangkutan hasil curian.
Peristiwa tersebut langsung dilaporkan kepada pimpinan kebun sebagai bagian dari prosedur pengamanan internal. Barang bukti kini diamankan di kantor keamanan Kebun Tandem sambil menunggu proses tindak lanjut.
Keberhasilan ini kembali menunjukkan efektivitas patroli intensif dan sistem pengamanan berlapis yang diterapkan di Kebun Tandem. Respons cepat personel di lapangan dinilai mampu menggagalkan potensi kerugian besar akibat pencurian hasil produksi.
Manajer Kebun Tandem, Makmur Edison Panjaitan, menegaskan bahwa manajemen tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi praktik pencurian di lingkungan perkebunan. Ia menyatakan pengamanan akan terus diperketat melalui peningkatan patroli, pengawasan di titik rawan, serta respons cepat terhadap setiap aktivitas mencurigakan.
“Setiap upaya pencurian adalah ancaman langsung terhadap stabilitas produksi dan aset negara. Karena itu, tindakan pengamanan dilakukan secara tegas, terukur, dan tanpa kompromi. Siapa pun yang mencoba melakukan pelanggaran hukum di areal kebun akan berhadapan langsung dengan proses penegakan hukum,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan keras bahwa seluruh aktivitas ilegal di lingkungan perkebunan berada dalam pengawasan ketat. Patroli berkelanjutan dan sistem pengamanan terpadu akan terus diperkuat guna memastikan operasional kebun berjalan aman serta terlindungi dari potensi kerugian.
{Team/ Faktainews.com}


