Manajemen Kebun Tandem Klarifikasi Peristiwa Pengamanan dan Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas

Redaksi
By -
0



Deli Serdang, Faktainews.com
| Manajemen Kebun Tandem menyampaikan klarifikasi resmi terkait peristiwa pengamanan yang terjadi pada Selasa malam (3/3/2026) dan mengakibatkan meninggalnya seorang warga Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.



Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab informasi kepada publik sekaligus untuk meluruskan sejumlah narasi yang beredar dan dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.



Manajemen menegaskan bahwa tindakan pengamanan dilakukan di lokasi yang diduga sebagai tempat penampungan tandan buah segar (TBS) hasil panen ilegal di wilayah sekitar Blok 228 Afdeling III, bukan di kediaman yang bersangkutan sebagaimana informasi yang sempat berkembang.



Sekitar pukul 20.00 WIB, tim pengamanan melakukan patroli rutin di area yang selama ini tergolong rawan pencurian TBS. Terduga pelaku kemudian diamankan di lokasi yang dicurigai sebagai tempat penampungan hasil sawit. Dalam proses tersebut terjadi dinamika di lapangan sebelum yang bersangkutan dibawa ke Pos I Afdeling VI untuk pelaporan internal. Namun setibanya di pos, yang bersangkutan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Asia Medika. Setelah mendapatkan penanganan medis, pihak rumah sakit menyatakan yang bersangkutan telah meninggal dunia.



Berdasarkan informasi di lapangan, almarhum diketahui merupakan mantan anggota salah satu kesatuan dengan pangkat terakhir Kopral Dua. Ia disebut telah lama berpisah dari keluarganya dan tinggal bersama adiknya di rumah kebun di Kampung Keranian Lama. Catatan internal pengamanan juga menunjukkan bahwa pada 22 Januari 2025 yang bersangkutan pernah diamankan dalam kasus dugaan pencurian TBS di Blok 228 dan diserahkan ke Polsek Hamparan Perak untuk proses hukum, dengan laporan resmi yang tercatat di Polsek. Informasi ini disampaikan sebagai bagian dari konteks wilayah yang selama ini memang termasuk titik rawan praktik pencurian TBS.



Sejak awal kejadian, manajemen telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Bulu Cina dan unsur masyarakat setempat guna menjaga situasi tetap terkendali. Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga melalui mekanisme komunikasi yang difasilitasi pemerintah desa. Manajemen turut menyampaikan rasa duka cita dan berharap situasi dapat disikapi dengan kepala dingin serta semangat musyawarah.





Dalam perkembangan situasi dini hari, sempat terjadi gangguan keamanan berupa perusakan fasilitas serta aktivitas pengambilan TBS tanpa izin di sejumlah blok, di antaranya Blok 97 dan Blok 228. Hasil patroli mencatat puluhan tandan dipanen secara ilegal, dengan sebagian berhasil diamankan petugas.



Manajemen menilai bahwa aksi penjarahan tersebut tidak terjadi secara spontan, melainkan terindikasi memanfaatkan momentum gangguan keamanan yang sedang berlangsung. Perusahaan menegaskan bahwa setiap bentuk penjarahan dan perusakan aset akan diproses secara hukum dan dilaporkan secara resmi kepada Aparat Penegak Hukum tanpa pengecualian.



Dalam keterangan resminya, Manajemen Kebun menyampaikan: “Kami menyampaikan duka cita atas peristiwa ini dan turut merasakan kesedihan yang dialami keluarga. Perusahaan menghormati proses yang sedang berjalan dan mendukung penanganan secara objektif serta transparan oleh aparat yang berwenang. Namun perlu kami tegaskan bahwa tindakan pengamanan dilakukan berdasarkan situasi di lapangan dan tidak seperti narasi yang berkembang sebelumnya.



Manajemen menambahkan bahwa Kebun Tandem merupakan bagian dari lingkungan sosial masyarakat sekitar dan berkomitmen menjaga hubungan baik yang telah terjalin selama ini. Perusahaan mengajak seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)