Tim PAM Kebun Tandem Kembali Gagalkan Aksi Pemanenan Liar, Satu Ton Lebih Buah Sawit Berhasil Diselamatkan

Redaksi
By -
0



Deli Serdang, Faktainews.com
| Aksi pemanenan liar tandan buah segar (TBS) kembali terjadi di areal perkebunan kelapa sawit Kebun Tandem. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan setelah tim pengamanan gabungan melakukan patroli rutin di dalam areal kebun, Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 18.15 WIB.



Insiden itu terjadi di Afdeling III Blok 238, tepatnya di area perbatasan kebun dengan wilayah permukiman Pasar III Pringgan Kampung. Saat melakukan patroli, tim pengamanan gabungan dari Afdeling I hingga Afdeling VII memergoki sejumlah pemanen liar yang tengah melakukan aktivitas memanen sawit menggunakan egrek.



Mengetahui kehadiran petugas keamanan, para pelaku langsung melarikan diri ke arah perkampungan sekitar. Diperkirakan sekitar delapan orang pelaku berhasil kabur meninggalkan lokasi kejadian.



Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar area kebun. Dari hasil penyisiran tersebut, tim pengamanan menemukan 120 tandan buah segar (TBS) dengan berat sekitar 1.800 kilogram yang berserakan di bawah pohon sawit dan di sekitar parit isolasi. Seluruh buah sawit tersebut berhasil diamankan sehingga tidak sempat dibawa keluar dari areal kebun.



Peristiwa ini telah dilaporkan kepada pihak manajemen kebun, termasuk Asisten Afdeling dan Koordinator Keamanan (Korkam), sebagai bagian dari prosedur pengamanan dan penanganan kejadian di lapangan.



Patroli gabungan tersebut melibatkan sejumlah personel pengamanan, di antaranya Pelda Santoso (Bapam) serta personel BKO dari Yonkav 6 yakni Pratu Ridwan Alvindo, Pratu Deni Irawan, dan Pratu Surya Darma, dengan dukungan petugas jaga dari Afdeling III dan Afdeling VI.



Manajemen kebun menegaskan bahwa patroli dan pengawasan di seluruh areal perkebunan akan terus diperkuat guna menekan praktik pemanenan ilegal yang dapat merugikan perusahaan. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan patroli rutin, pengawasan di titik-titik rawan, serta koordinasi yang lebih intens dengan unsur pengamanan di lapangan.



Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen manajemen dalam menjaga stabilitas keamanan kebun, melindungi aset perusahaan, serta memastikan seluruh aktivitas operasional perkebunan tetap berjalan aman, tertib, dan kondusif. Manajemen juga menegaskan bahwa setiap bentuk pencurian atau pemanenan ilegal akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)