
Deli Serdang, Faktainews.com | Upaya pengamanan produksi di Kebun Tandem kembali menunjukkan hasil nyata. Dalam dua kejadian terpisah pada Kamis (22/4/2026), tim pengamanan berhasil menggagalkan aksi pencurian tandan buah segar (TBS), sekaligus menekan potensi kerugian meski para pelaku berhasil melarikan diri.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 11.20 WIB di areal Afdeling VII Blok M, belakang kampung. Tim gabungan dari Rayon B Kelumpang yang terdiri dari unsur Bapam, BKO, security, serta Asisten Afdeling VII dan mandor, memergoki aktivitas pelangsiran buah sawit dari dalam kebun yang diduga akan dijual ke agen.
Tanpa menunggu lama, petugas langsung melakukan pengejaran di jalur keluar areal. Dalam kondisi terdesak, pelaku memilih melarikan diri sambil membuang barang bukti ke badan jalan. Dari lokasi, petugas berhasil mengamankan 7 tandan TBS serta satu unit sepeda motor Honda warna hitam tanpa pelat nomor yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Seluruh barang bukti kemudian diserahkan ke Polsek Hamparan Perak untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 06.00 WIB, upaya pencurian juga digagalkan di areal Afdeling IV Blok I3 Rayon A. Saat patroli rutin di kawasan perbatasan kebun, petugas jaga mencurigai pergerakan seseorang di titik rawan dan segera melaporkannya kepada Korkam serta pengawas.
Tim pengamanan yang dikerahkan bergerak cepat melakukan pengejaran. Namun, pelaku kembali berhasil meloloskan diri ke arah perkampungan. Meski demikian, hasil penyisiran di lokasi menemukan 5 tandan TBS dengan estimasi berat sekitar 85 kilogram yang diduga telah dipanen secara ilegal.
![]() |
Barang bukti tersebut kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak Afdeling IV Rayon A untuk penanganan lebih lanjut.
Rangkaian peristiwa ini menegaskan bahwa jalur perbatasan kebun masih menjadi titik rawan yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan. Namun di sisi lain, respons cepat dan pola patroli yang terukur terbukti efektif dalam mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus menekan potensi kerugian.
Manajemen Kebun Tandem menegaskan pengamanan produksi akan terus diperkuat secara menyeluruh. Fokus pengawasan diarahkan pada titik-titik rawan serta jalur keluar-masuk kebun melalui patroli yang lebih intensif, sistematis, dan berkelanjutan.
“Tidak ada ruang bagi pelaku pencurian di areal kebun. Setiap upaya kejahatan akan kami tindak tegas tanpa kompromi melalui koordinasi erat dengan aparat penegak hukum,” tegas manajemen.
{Team/ Faktainews.com}
