![]() |
Batang Kuis, Faktainews.com | Arahan tegas Manajer Kebun Bandar Klippa, Punantaras Tarigan, dalam apel pagi yang digelar Senin (27/4/2026), langsung membuahkan hasil. Kurang dari 24 jam setelah penekanan disiplin dan penguatan strategi pengamanan, Tim Pengamanan (PAM) berhasil menangkap pelaku pencurian tandan buah segar (TBS) di areal perkebunan.
![]() |
Apel yang digelar di lapangan Kantor Kebun BKL itu dipimpin langsung oleh Manajer Kebun Bandar Klippa, Punantaras Tarigan, dan diikuti Korkam Rayon A Pelda (Purn) Haris Hasibuan, Korkam Rayon B Peltu Mar C.A. Lubis, personel BKO, unsur administrasi, serta seluruh anggota keamanan dari berbagai shift.
Dalam arahannya, manajer menegaskan pentingnya peningkatan disiplin, penyusunan strategi pengamanan yang lebih efektif, serta pelaksanaan evaluasi kinerja secara berkala sebagai langkah konkret memperkuat sistem pengamanan kebun.
Implementasi arahan tersebut terlihat cepat. Pada Selasa dini hari (28/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, saat patroli di Afdeling I Blok 11 (TM 2009), tim mencurigai pergerakan seseorang di dalam areal kebun. Informasi itu segera dilaporkan kepada Korkam dan Danton, yang kemudian memerintahkan dilakukan pengendapan.
![]() |
Operasi tersebut membuahkan hasil. Seorang pria berinisial Dika Arifandi (26), warga Sei Rotan, berhasil diamankan saat tengah melakukan aksi pencurian. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa 6 tandan TBS dengan berat sekitar 102 kilogram serta satu bilah egrek.
Pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Medan Tembung untuk menjalani proses hukum.
![]() |
Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa penegasan disiplin dan strategi pengamanan yang diterapkan manajemen bukan sekadar formalitas. Instruksi yang jelas, respons cepat di lapangan, serta koordinasi solid antarpersonel terbukti efektif menekan aksi pencurian di areal perkebunan.
Manajer Kebun Bandar Klippa, Punantaras Tarigan, menegaskan bahwa pengamanan akan terus diperkuat. “Tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan di areal kebun. Setiap pelaku yang tertangkap akan kami tindak tegas melalui koordinasi erat dengan Aparat Penegak Hukum,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, manajemen memastikan pengawasan diperketat secara menyeluruh melalui patroli yang lebih intensif, terstruktur, dan berkelanjutan. Fokus pengamanan diarahkan pada titik-titik rawan yang kerap dimanfaatkan pelaku, guna menutup setiap celah serta memastikan seluruh areal kebun tetap berada dalam kontrol yang ketat dan efektif.
{Team/ Faktainews.com}



