![]() |
Deli Serdang, Faktainews.com | Di tengah lonjakan harga sawit, aksi pencurian di areal perkebunan kian marak. Dalam satu hari, tim keamanan Kebun Tandem berhasil mengamankan tiga pelaku dari dua kejadian terpisah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai komoditas, semakin meningkat pula potensi kejahatan di lapangan.
Peristiwa terbaru terjadi di AFD 5 Blok 613, kawasan Triplekan Kelambir, Selasa (28/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Tim Keamanan Tandem Rayon B Kelambir bersama Bapam, BKO, Security, serta tim pemanen mengamankan seorang pria saat hendak melangsir buah sawit dari dalam areal kebun.
![]() |
Pelaku, Riki Saputra Ginting (37), buruh bangunan, warga Kelambir V Kampung, ditangkap di lokasi tanpa sempat melarikan diri setelah petugas menutup akses keluar.
Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti yang diduga hasil pencurian, yakni 7 tandan buah sawit (TBS), 1 goni berondolan seberat sekitar 25 kilogram, serta 2 buah egrek. Pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Hamparan Perak untuk menjalani proses hukum.
Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 11.20 WIB, tim keamanan juga meringkus dua pelaku lain di AFD 01 Blok 44. Keduanya sempat melarikan diri hingga ke kawasan permukiman warga sebelum akhirnya diamankan tanpa perlawanan.
Rangkaian kejadian ini memperlihatkan pola berulang: ketika harga sawit meningkat, intensitas pencurian ikut melonjak. Areal produksi menjadi target utama, terutama di titik-titik rawan dengan akses keluar yang terbuka.
Manajemen Kebun Tandem menegaskan bahwa meskipun lonjakan harga sawit turut mendorong meningkatnya aksi pencurian, pengamanan akan terus diperketat secara menyeluruh. Intensitas patroli ditingkatkan, pengawasan difokuskan pada titik-titik rawan, serta koordinasi antar tim diperkuat guna menutup setiap celah pencurian.
“Tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan di areal kebun. Setiap pelaku yang tertangkap akan kami tindak tegas melalui koordinasi erat dengan Aparat Penegak Hukum,” tegas pihak manajemen.
{Team/ Faktainews.com}

