![]() |
Deli Serdang, Faktainews.com | Tim pengamanan Kebun Tandem kembali menunjukkan ketegasan dalam menindak praktik pencurian tandan buah segar (TBS) melalui operasi terpadu, Kamis (23/4/2026). Seorang pelaku berhasil dibekuk setelah sempat melakukan perlawanan dan memprovokasi warga di lokasi kejadian.
Penangkapan terjadi sekitar pukul 20.10 WIB di areal Afdeling VII Blok KS. Tim gabungan dari Rayon B Kelumpang yang melibatkan unsur Bapam, BKO, dan security memergoki aksi pencurian yang tengah berlangsung. Saat hendak diamankan, pelaku berupaya melawan sekaligus memancing kerumunan warga untuk menghambat petugas. Namun, respons cepat dan terukur aparat di lapangan mampu meredam situasi. Pelaku akhirnya dilumpuhkan tanpa memberi ruang bagi eskalasi.
![]() |
Ismail (40), buruh kasar asal Selemak Marelan, diamankan bersama barang bukti berupa 7 tandan TBS dan satu unit sepeda motor Honda Vario bernomor polisi BK 2614 AIA yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan ke Polsek Hamparan Perak untuk proses hukum.
![]() |
Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 18.17 WIB, upaya pencurian juga berhasil digagalkan di areal Afdeling I. Dalam patroli rutin, petugas menemukan indikasi kuat aktivitas ilegal dan mengamankan satu alat panen berupa egrek. Pelaku pada kejadian ini melarikan diri ke arah perkampungan saat dilakukan pengejaran.
Ketegangan turut mewarnai situasi di areal Afdeling II ketika patroli Karpim bersama staf kebun berhadapan langsung dengan kelompok pelaku. Benturan di lapangan tak terhindarkan, menandakan meningkatnya keberanian sekaligus pola aksi yang kian terorganisir. Meski demikian, tim pengamanan tetap mampu menguasai keadaan dan memukul mundur kelompok tersebut.
Pasca-serangkaian insiden itu, Karpim bersama staf kebun dan tim keamanan segera melakukan konsolidasi untuk memperkuat pengamanan lintas afdeling. Fokus diarahkan pada jalur-jalur rawan yang selama ini menjadi akses keluar-masuk pelaku, sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika ancaman yang semakin kompleks.
Rangkaian peristiwa ini menegaskan bahwa praktik pencurian di areal perkebunan masih berada pada level serius, bahkan mulai disertai potensi perlawanan terbuka. Namun demikian, soliditas koordinasi serta respons cepat antar unsur pengamanan terbukti efektif dalam menekan potensi kerugian sekaligus menjaga stabilitas keamanan tetap terkendali.
Manajemen Kebun Tandem menegaskan Pengawasan dipastikan akan terus diperketat melalui patroli yang lebih agresif, sistematis, dan berkelanjutan di seluruh titik rawan.
“Tidak ada ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan di areal kebun. Setiap tindakan ilegal akan kami tindak tegas tanpa kompromi, melalui koordinasi erat dengan aparat penegak hukum,” tegas manajemen.
{Team/ Faktainews.com}


