Aksi Pencurian Sawit di Kebun Tandem Berujung Ricuh, Satu Pelaku Ditangkap; Petugas Diserang dan Disandera

Redaksi
By -
0



Deli Serdang, Faktainews.com
| Upaya pencurian tandan buah segar (TBS) di areal Kebun Tandem kembali berujung ricuh. Tim pengamanan berhasil menggagalkan aksi pencurian dan menangkap satu pelaku, namun situasi di lapangan memanas setelah sekelompok orang melakukan perlawanan hingga berujung penyerangan terhadap petugas, Minggu (3/5/2026) pagi.



Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.16 WIB di areal Afdeling 7 Kelumpang. Tim gabungan pengamanan Rayon B yang terdiri dari Bapam, BKO, dan security bersama Kapam Distrik memergoki aktivitas pencurian saat patroli rutin di kawasan rawan.



Awalnya, sekitar pukul 06.00 WIB, petugas menemukan buah sawit berserakan yang menjadi indikasi kuat adanya aksi pemanenan ilegal. Setelah melakukan pengintaian, petugas mendapati tiga orang pelaku tengah melangsir hasil curian. Tim segera melakukan pengejaran dan berhasil menangkap satu pelaku.



Pelaku yang diamankan diketahui bernama Armain (47), buruh kasar asal Banjaran Pasar III Kelumpang. Saat ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan, namun berhasil dilumpuhkan oleh petugas.


Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti berupa 14 tandan buah sawit (TBS). Pelaku kemudian hendak dibawa untuk proses lebih lanjut. Namun dalam perjalanan, situasi berubah drastis.



Sekelompok orang yang diduga rekan pelaku berjumlah sekitar 15 orang menghadang petugas di jalan. Mereka melakukan penyerangan dengan melempari petugas menggunakan batu. Dalam kondisi tersebut, satu anggota pengamanan, Iga Fauzi, berhasil ditangkap oleh kelompok tersebut dan dibawa ke kawasan perkampungan Banjaran.



Mendapat informasi adanya anggota yang disandera, tim segera berkoordinasi. Bapam bersama personel BKO dan security bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pembebasan.



Namun situasi semakin memanas. Upaya negosiasi justru diwarnai provokasi terhadap warga. Sejumlah orang dari kelompok tersebut bertindak anarkis. Petugas dilaporkan diserang dengan senjata tajam, bahkan ada upaya pembacokan serta penyiraman bensin.



Dalam insiden tersebut, seorang anggota security bernama Agung mengalami luka serius di bagian leher akibat sabetan kampak. Ketegangan baru mereda setelah warga setempat turun tangan melerai bentrokan.



Demi menghindari eskalasi yang lebih luas, petugas memutuskan mundur dan segera menuju Polsek Hamparan Perak untuk membuat laporan resmi. Sementara itu, anggota yang terluka langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.



Pelaku Armain beserta barang bukti telah diamankan dan langsung diserahkan ke Polsek Hamparan Perak untuk menjalani proses hukum. 



Manajemen Kebun Tandem menegaskan akan mengambil langkah tegas dengan memperkuat sistem pengamanan serta meningkatkan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum guna mencegah kejadian serupa terulang.



“Setiap tindakan kriminal tidak akan ditoleransi. Pelaku yang tertangkap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Keselamatan petugas menjadi prioritas utama, dan seluruh pihak yang terlibat akan ditindak tegas,” ujar manajemen.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)