Dua Aksi Pencurian Kembali Digagalkan di Kebun Tandem, Ratusan Kilogram TBS Berhasil Diselamatkan

Redaksi
By -
0



Deli Serdang, Faktainews.com
| Upaya pencurian tandan buah segar (TBS) kembali terjadi di areal Kebun Tandem. Dalam dua kejadian terpisah pada Sabtu, 2 Mei 2026, tim pengamanan berhasil menggagalkan aksi para pelaku serta menyelamatkan ratusan kilogram hasil panen dari potensi kerugian. Meski para pelaku melarikan diri ke arah perkampungan saat hendak ditindak.



Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di areal Afdeling IV Blok i1 Pekan Jumat, Rayon A. Saat melakukan patroli rutin, petugas Jaga Wilayah Mandiri (JWM), Hermanto dan Azril, menemukan indikasi kuat aktivitas pencurian. Pelepah sawit yang berserakan di lokasi menjadi penanda khas adanya praktik pemanenan ilegal di dalam areal kebun.



Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Koordinator Keamanan (Korkam) dan Supervisor Administrasi. Respons cepat langsung dilakukan. Korkam menginstruksikan tim Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk memperkuat personel dan bergerak melakukan penindakan di lokasi.



Tim gabungan yang terdiri dari unsur Bapam, BKO, dan keamanan internal bergerak cepat menyisir lokasi. Namun, saat pengejaran dilakukan, pelaku lebih dulu melarikan diri ke arah perkampungan di perbatasan kebun.


Meski pelaku lolos, petugas tidak kehilangan jejak. Penyisiran lanjutan membuahkan hasil. Di kawasan permukiman warga, tepatnya di Gang Blimbing, tim menemukan puluhan tandan TBS yang telah dipanen dan disembunyikan. Sebanyak 60 tandan berhasil diamankan dengan estimasi berat mencapai 795 kilogram.



Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak Afdeling IV Rayon A. Kejadian ini juga telah dilaporkan kepada jajaran manajemen, mulai dari Askep, Asisten Afdeling IV, hingga Manajer Kebun Tandem sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan sistem pengamanan.



Tak berselang lama, sekitar pukul 18.30 WIB, aksi serupa kembali terjadi di areal Afdeling V Blok 612 Kelambir, Rayon B. Tim keamanan yang terdiri dari unsur Bapam, BKO, dan security kembali memergoki aktivitas pemanenan liar di dalam areal kebun.



Saat hendak dilakukan penindakan, para pelaku langsung melarikan diri setelah menyadari kehadiran petugas. Hingga kini, penyisiran masih terus dilakukan untuk menelusuri keberadaan pelaku.


Dari lokasi kedua, petugas mengamankan barang bukti berupa 8 tandan TBS serta satu alat panen berupa egrek yang diduga digunakan dalam aksi pencurian. Seluruh barang bukti telah diamankan di mess Afdeling V Kelambir.



Rangkaian dua kejadian dalam waktu berdekatan ini menegaskan bahwa praktik pencurian di areal perkebunan masih berlangsung dan cenderung memanfaatkan jalur perbatasan sebagai akses keluar-masuk.



Namun demikian, respons cepat dan koordinasi solid antar unsur pengamanan terbukti efektif dalam menekan potensi kerugian sekaligus menyelamatkan aset kebun dalam jumlah signifikan. 



Manajemen Kebun Tandem menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengamanan di seluruh wilayah operasional. Patroli akan terus ditingkatkan secara intensif dan sistematis, disertai penutupan akses-akses ilegal yang kerap dimanfaatkan sebagai celah aksi para pelaku.



“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di areal kebun. Siapa pun yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga keamanan aset sekaligus menutup setiap celah kejahatan di lingkungan perkebunan,” tegas manajemen.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)