Curi Sawit Dikebun Tandem, Pelaku Dibekuk Tim PAM dan Digelandang ke Polsek Binjai

Redaksi
By -
0



Deli Serdang, Faktainews.com
| Seorang pemanen liar bernama Ahmadi (40) berhasil diamankan Tim Keamanan Kebun Tandem bersama personel BKO dan security saat diduga melakukan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Afdeling 01 Blok 16 Kebun Tandem, Rabu, 13 Mei 2026 sekitar pukul 16.15 WIB.



Penangkapan tersebut kembali memperlihatkan tingginya tingkat kerawanan pencurian produksi sawit di lingkungan perkebunan yang belakangan dinilai semakin meresahkan.



Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat tim patroli keamanan melakukan pemantauan rutin di dalam areal kebun. Saat berada di lokasi, petugas mendapati seorang pemanen liar yang tengah melangsir buah sawit hasil curian.



Mengetahui kedatangan petugas keamanan, pelaku langsung berusaha melarikan diri dengan masuk ke dalam areal perkebunan. Namun, tim keamanan bergerak cepat melakukan pengejaran hingga akhirnya pelaku menyerah dan berhasil diamankan tanpa perlawanan.



Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Pos Keamanan Tandem untuk dilakukan pemeriksaan awal sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.



Pelaku diketahui bernama Ahmadi (40), seorang buruh kasar yang berdomisili di Pasar IV Jalan Waringin 24.



Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa satu tandan buah sawit jenis komedil 32 dengan berat sekitar 32 kilogram.



Usai diamankan, pihak keamanan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan membawa pelaku beserta barang bukti ke Polsek Binjai guna menjalani proses hukum lebih lanjut.



Manajemen Kebun Tandem menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku pencurian di areal perkebunan. Manajemen memastikan setiap pelaku yang tertangkap akan diproses secara tegas melalui koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum.



“Jangan pernah mencoba melakukan pencurian di wilayah kebun. Setiap aktivitas ilegal akan kami tindak tegas tanpa kompromi. Pengamanan terus kami perkuat dan seluruh jalur rawan berada dalam pengawasan ketat,” tegas pihak manajemen.



Selain itu, manajemen juga menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan guna menekan maraknya aksi pencurian produksi sawit yang selama ini dinilai merugikan perusahaan dan mengganggu stabilitas keamanan kebun.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)