Dua Pekan Pasca Penembakan di Jalan Industri, Pelaku Belum Ditangkap; Istri Korban dan GM FKPPI Desak Polisi Bertindak

Redaksi
By -
0



Deli Serdang, Faktainews.com
| Yeni Purnamawati, istri dari Tengku Dedek, korban penembakan yang terjadi di Jalan Industri, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, mengaku sedih bercampur kecewa. Pasalnya, sudah dua minggu sejak peristiwa penembakan terhadap suaminya yang terjadi pada Rabu, 3 Juni 2026, namun pelaku penembakan belum juga ditangkap dan diproses hukum.



Sementara itu, laporan istri korban dengan Nomor: LP/B/584/VI/2026/SPKT/Polresta Deli Serdang/Polda Sumatera Utara telah diterima pihak kepolisian. Selain itu, empat orang saksi juga telah menjalani pemeriksaan dan memberikan keterangan terkait peristiwa penembakan tersebut.



Saat ditemui awak media di kediamannya, Yeni mengungkapkan kesedihannya. Menurutnya, suaminya merupakan tulang punggung keluarga yang setiap hari bekerja untuk mencari nafkah bagi anak dan istrinya. Namun akibat peristiwa penembakan yang terjadi sekitar dua minggu lalu, hingga saat ini suaminya masih terbaring lemah dan belum dapat kembali bekerja.



"Saya meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Polresta Deli Serdang agar segera menangkap pelaku penembakan terhadap suami saya dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Sebab, hal ini juga dapat membahayakan masyarakat di Kecamatan Tanjung Morawa dan sekitarnya," ucap Yeni dengan nada sedih.



Di tempat berbeda, Sekretaris PC GM FKPPI Deli Serdang, Joni Reza Panjaitan, saat dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan bahwa kasus tersebut tidak bisa dianggap sepele.



"Ini merupakan kasus pidana penganiayaan berat (anirat), apalagi senjata yang digunakan diduga tidak memiliki izin atau ilegal. Sementara korban sampai harus menjalani dua kali operasi untuk mengangkat proyektil peluru yang diduga bersarang di paru-parunya di RS Medistra Lubuk Pakam," tegasnya.



Lebih lanjut, Joni mengatakan bahwa keluarga besar GM FKPPI meminta kepada Kapolresta Deli Serdang agar segera menangkap pelaku penembakan terhadap Tengku Dedek yang hingga saat ini masih terbaring di rumah.



"Kami dari keluarga besar PC GM FKPPI Deli Serdang akan mengadakan aksi besar-besaran ke Polresta Deli Serdang apabila pelaku tidak segera ditangkap dan diproses hukum. Tidak ada yang kebal hukum di negara ini. Kalau memang bersalah, tangkap dan proses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya.



Berdasarkan pantauan awak media serta informasi yang diperoleh dari masyarakat di lapangan, peristiwa bermula ketika sekitar 40 orang yang diduga merupakan kelompok HSN Cs mendatangi Gudang Alfamart dengan menggunakan sepeda motor dan mobil.



Tidak berselang lama, terdengar beberapa kali letusan tembakan. Salah satu tembakan diduga mengarah ke korban, Tengku Dedek, yang saat itu sedang makan di warung depan Gudang Alfamart. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bongkar muat di gudang tersebut langsung mendapat pertolongan dari rekan kerjanya.



Korban sempat dibawa ke klinik terdekat, namun karena kondisi korban tidak dapat ditangani, akhirnya dirujuk ke RS Grand Medistra Lubuk Pakam untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.



Di sisi lain, berdasarkan keterangan dan informasi masyarakat, sebelumnya juga terjadi peristiwa penembakan di Jalan Sungai Belumai. Dalam kejadian tersebut, korban merupakan seorang anak di bawah umur berusia 16 tahun yang masih berstatus pelajar.



Hingga saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi belum sadarkan diri. Masyarakat menduga pelaku penembakan merupakan kelompok yang sama, yakni gerombolan HSN Cs. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa salah satu pelaku telah diamankan oleh Tim Satreskrim Polresta Deli Serdang dan saat ini masih menjalani pemeriksaan.



Dari dua peristiwa penembakan tersebut, masyarakat menilai Aparat Penegak Hukum Polresta Deli Serdang seharusnya sudah dapat mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku yang diduga berasal dari kelompok HSN Cs.



Peristiwa ini dinilai menjadi sinyal bahaya bagi masyarakat dan aparat kepolisian. Tidak menutup kemungkinan akan ada korban lainnya apabila tindakan tegas tidak segera dilakukan. Karena itu, masyarakat berharap Polresta Deli Serdang segera bergerak cepat untuk menangkap dan memproses hukum para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.



{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)