![]() |
Deli Serdang, Faktainews.com | Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) di areal perkebunan semakin masif. Di tengah meningkatnya upaya pencurian hasil kebun, tim pengamanan Kebun Tandem kembali menunjukkan respons cepat dalam menjaga aset perusahaan. Dalam rentang satu hari, Minggu (7/6/2026), tim gabungan keamanan berhasil menggagalkan tiga aksi pencurian TBS di lokasi berbeda. Dari serangkaian penindakan tersebut, ratusan kilogram buah sawit yang diduga hasil pemanenan ilegal berhasil diamankan sebelum sempat dibawa kabur para pelaku.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 08.15 WIB di areal Afdeling II Blok 12. Saat melaksanakan patroli rutin, tim keamanan bersama personel BKO dan security Kebun Tandem memergoki sejumlah pemanen liar yang diduga tengah melakukan aktivitas panen ilegal di dalam areal perkebunan.
Mengetahui kedatangan petugas, para pelaku langsung melarikan diri ke arah Perkampungan Pasar II Titi Papan. Tim keamanan kemudian melakukan pengejaran dan penyisiran di sekitar lokasi.
Hasilnya, petugas menemukan buah sawit yang diduga telah dipanen secara ilegal dan ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian. Dari lokasi pertama, tim berhasil mengamankan 8 tandan TBS dengan estimasi berat mencapai 144 kilogram. Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Pos Keamanan Tandem.
Selanjutnya, sekitar pukul 16.40 WIB, tim gabungan Koordinator Keamanan (KORKAM), BKO, dan security JWM Tandem kembali menggagalkan aksi pencurian TBS di areal Afdeling IV Blok G4 Segitiga.
Pengungkapan bermula saat tim patroli menerima informasi adanya aktivitas pemanen liar di dalam areal kebun. Merespons laporan tersebut, petugas segera bergerak menuju lokasi dan melakukan pengejaran. Namun, keberadaan petugas lebih dahulu diketahui sehingga para pelaku berpencar dan melarikan diri ke arah Perkampungan Paya Bakung.
Meski pelaku berhasil kabur, tim keamanan tetap melakukan penyisiran intensif di lokasi kejadian. Hasilnya, ditemukan buah sawit yang masih berserakan dan diduga hasil panen ilegal. Petugas juga mengamankan satu bilah egrek yang diduga digunakan untuk memanen buah sawit secara ilegal.
Dari lokasi kedua, tim berhasil menyita 15 tandan TBS dengan estimasi berat sekitar 270 kilogram. Seluruh barang bukti kemudian dilangsir dan diamankan ke Pos Keamanan Afdeling IV Sei Semayang.
Tak berselang lama, sekitar pukul 17.30 WIB, aksi serupa kembali digagalkan di areal Afdeling I Blok 29. Saat patroli rutin berlangsung, tim keamanan menerima informasi adanya pemanen liar yang tengah melakukan aktivitas panen ilegal di dalam areal perkebunan.
Merespons informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pengendapan guna memastikan aktivitas pelaku. Namun, saat mengetahui kedatangan tim keamanan, para pelaku langsung melarikan diri dengan menyeberangi jalan tol menuju kawasan Perkampungan Paya Bakung.
Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan buah sawit yang telah dikumpulkan di parit pinggir tol, diduga siap untuk dilangsir keluar dari areal kebun. Barang bukti selanjutnya digeser dan diamankan ke Pos Keamanan Tandem.
Dari lokasi ketiga, tim keamanan berhasil mengamankan 25 tandan TBS dengan estimasi berat mencapai 400 kilogram.
Secara keseluruhan, dalam tiga penggagalan aksi pencurian tersebut, tim keamanan Kebun Tandem berhasil menyelamatkan 48 tandan TBS dengan total estimasi berat mencapai 814 kilogram, serta mengamankan satu bilah egrek yang diduga digunakan pelaku dalam menjalankan aksi pencurian.
Maraknya upaya pencurian di sejumlah titik kebun menunjukkan bahwa praktik pencurian hasil perkebunan kini semakin masif dan terorganisir, memanfaatkan celah pengawasan hingga akses keluar-masuk areal perkebunan. Karena itu, penguatan sistem keamanan menjadi langkah penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Manajemen Kebun Tandem menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengamanan di seluruh wilayah operasional melalui patroli intensif, pengawasan di titik-titik rawan, serta penutupan jalur-jalur ilegal yang kerap dimanfaatkan pelaku.
“Tidak ada ruang bagi pelaku pencurian di areal perkebunan. Setiap upaya pencurian akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Pengamanan akan terus diperkuat guna mempersempit ruang gerak pelaku,” tegas pihak manajemen.
{Team/ Faktainews.com}
