Tak Beri Ruang bagi Pelaku Kejahatan, Tim Buser PAM Bandar Klippa Kembali Ringkus Pencuri Sawit



Batang Kuis, Faktainews.com
| Tim Buser Pengamanan (PAM) Kebun Bandar Klippa kembali menggagalkan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Mamat (36), warga Batang Jambu, Desa Sidodadi, Dusun III, diamankan setelah kepergok hendak melangsir TBS keluar dari areal perkebunan, Rabu (19/8/2026) sore.

Mamat diamankan sekitar pukul 16.15 WIB di Afdeling 4, Blok 21, Pasar 5, Kebun Bandar Klippa. Penangkapan bermula saat dua petugas jaga Seksi Jaga Wira Mandiri (JWM), Nathanael dan Bima Saputra, melakukan patroli rutin di kawasan tersebut.

Saat menyisir areal perkebunan, petugas melihat seorang pria sedang melakukan panen liar tengah memikul TBS untuk dibawa keluar dari kawasan kebun.

Petugas segera menghubungi Korkam, Danton, serta personel BKO. Tim Buser kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan pengepungan untuk mempersempit ruang gerak pria tersebut.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Mamat berhasil diamankan sebelum sempat membawa hasil panen keluar dari areal perkebunan.

Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi penangkapan. Hasilnya, ditemukan 4 tandan TBS dengan berat sekitar 40 kilogram yang berkaitan dengan aksi tersebut.

Mamat bersama barang bukti selanjutnya dibawa ke Kantor Kebun Bandar Klippa untuk menjalani pemeriksaan awal.


Setelah pemeriksaan, Mamat beserta barang bukti diserahkan ke Polsek Batang Kuis untuk menjalani proses hukum.

Manajer Kebun Bandar Klippa, Horas F.L. Panjaitan, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya terus memperketat pengawasan terhadap seluruh areal perkebunan, terutama pada sejumlah titik yang dinilai rawan.

Menurutnya, patroli rutin dan koordinasi antarunsur pengamanan menjadi bagian penting dalam mencegah hilangnya produksi sawit.

“Pengamanan akan terus kami perketat. Patroli rutin dan pengawasan di titik-titik rawan terus dilakukan untuk mencegah upaya pengambilan produksi kebun tanpa hak,” tegas Panjaitan.

Ia menambahkan, pengamanan tidak hanya dilakukan dengan patroli terbuka, tetapi juga melalui pemantauan dan koordinasi cepat ketika ditemukan aktivitas yang mencurigakan di dalam areal perkebunan.

{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama