
Batang Kuis, Faktainews.com | Doni Saputra (26) disikat Tim Pengamanan Kebun Bandar Klippa setelah kedapatan membawa 7 tandan buah segar (TBS) hasil panen liar dari areal perkebunan. Warga Desa Sidodadi, Dusun I, Kecamatan Batang Kuis, itu ditangkap di Afdeling IV Blok 21 Pasar 5, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.
Doni ditangkap setelah petugas jaga Rahmad Adi Sagala dan Tugianto melihatnya sedang memikul TBS untuk dilangsir keluar dari areal perkebunan.
Petugas langsung menghubungi Korkam, Danton serta personel BKO. Tim Buser bergerak cepat dan melakukan pengepungan di sekitar lokasi.
Pelaku sempat mencoba melarikan diri menuju permukiman warga. Namun, petugas terus mengejar hingga Doni berhasil diamankan.
Petugas kemudian menyisir lokasi penangkapan. Dari penyisiran tersebut ditemukan 7 tandan TBS dengan total berat sekitar 70 kilogram. Satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi BK 5378 ADR turut diamankan sebagai barang bukti.
Doni bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Kebun Bandar Klippa sebelum diserahkan kepada Polsek Batang Kuis untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dalam penindakan tersebut, Tim Buser melibatkan Kapt. (Purn) Amir Bukit, Aiptu Fauzi Effendi dari BKO Polsek, Praka Lamhot, Pratu N. Junaedi Hulu, Pratu Jonathan Sialagan, Pratu Sipendi Yanto Wau dari BKO TNI, serta Ibnu Faisal selaku Danton.
Akses keluar-masuk yang diduga digunakan pelaku mengarah ke Desa Sidodadi. Jalur tersebut menjadi salah satu titik yang terus juga mendapat perhatian dalam pengamanan areal perkebunan.
Manajer Kebun Bandar Klippa, Horas F.L. Panjaitan, menegaskan pengamanan areal perkebunan tidak akan kendor. Patroli dan pengawasan di sejumlah titik rawan terus diperkuat untuk mencegah aksi panen liar maupun pencurian TBS.
Menurut Horas, pengamanan tidak hanya mengandalkan petugas di dalam areal perkebunan. Koordinasi antara petugas keamanan kebun, Tim Buser, personel BKO TNI-Polri dan Aparat Penegak Hukum terus dilakukan.
“Pengamanan akan terus kami perketat. Setiap laporan maupun indikasi adanya aktivitas mencurigakan di areal kebun akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menggagalkan aksi tersebut menjadi bukti bahwa patroli dan respons cepat petugas tetap menjadi bagian penting dalam menjaga aset perkebunan.
Manajemen juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan jalur keluar-masuk perkebunan untuk melakukan panen liar maupun mengambil hasil produksi tanpa hak.
“Tidak ada toleransi terhadap pencurian maupun panen liar di areal kebun. Kami akan terus bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum untuk mencegah dan menindak setiap aksi yang merugikan perusahaan,” kata Horas.
{Team/ Faktainews.com}