![]() |
PANTAI LABU, Faktainews.com | Keluhan warga terhadap aktivitas peternakan CV Putra Jaya Farm di Dusun VI, Desa Pematang Biara, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, kembali mencuat. Setelah sebelumnya mempersoalkan bau menyengat dan limbah yang diduga masuk ke persawahan, kini warga mengaku hasil panen padi di lahannya ikut merosot.
Salah seorang warga terdampak, Bu alias Di (35), mengatakan hasil panen tahun ini jauh menurun dibanding musim sebelumnya. Ia menduga penurunan tersebut berkaitan dengan limbah peternakan yang masuk ke area persawahannya.
“Tahun lalu hasil panen masih lumayan, bisa dapat sekitar 15 goni. Tahun ini tidak sampai 10 goni. Menurut saya penyebabnya karena limbah itu. Anak padi tidak banyak, banyak yang patah, batangnya pendek, dan banyak penyakit seperti jamur,” ujar Bu kepada awak media, Rabu (2/9/2026).
Menurut Bu, persoalan limbah tidak hanya mengganggu tanaman padi, tetapi juga menyulitkan proses pemanenan. Ia mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja karena sebagian pekerja merasa jijik dengan kondisi sawah yang diduga terdampak limbah peternakan.
“Pekerja tani juga merasa jijik karena ada kotoran limbah peternakan yang masuk ke sawah. Akhirnya saya terpaksa ikut membantu mengarit padi,” katanya.
Bu mengatakan sempat melihat alat berat berupa excavator bekerja di sekitar lokasi peternakan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, alat tersebut digunakan untuk mengeruk area penampungan kotoran ternak sekaligus membuat benteng atau tanggul tanah.
Namun, ia menilai langkah tersebut belum cukup menjawab persoalan. Menurutnya, tanggul tanah berpotensi kembali terkikis dan jebol ketika hujan deras sehingga limbah dapat kembali meluber ke persawahan.
Ia meminta pengelola CV Putra Jaya Farm membangun sistem penahan yang lebih permanen, salah satunya pagar atau dinding beton di sekeliling area peternakan.
“Kalau hanya benteng tanah, saat hujan bisa terkikis dan limbah tetap menyebar ke sawah. Harapan saya dibuat pagar atau dinding beton supaya limbah tidak masuk lagi ke lahan kami,” ujarnya.
Keluhan terbaru tersebut memperpanjang persoalan yang sebelumnya disampaikan warga terkait dugaan dampak limbah kotoran ternak terhadap lingkungan sekitar. Warga menilai persoalan ini tidak cukup hanya ditangani secara sementara setiap kali hujan menyebabkan limbah meluber.
Karena itu, warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deli Serdang bersama Pemerintah Kecamatan Pantai Labu dan instansi terkait turun langsung ke lokasi.
Mereka meminta Pemerintah memeriksa secara menyeluruh sistem pengelolaan dan penampungan limbah, legalitas serta perizinan usaha, hingga potensi dampaknya terhadap lahan pertanian masyarakat.
Warga juga meminta Pemerintah tidak berhenti pada pemeriksaan. Jika ditemukan persoalan dalam pengelolaan limbah, mereka berharap ada tindakan dan kewajiban perbaikan yang jelas agar masalah serupa tidak kembali terjadi.
Bagi warga, keberadaan peternakan bukan persoalan selama aktivitas usaha dikelola dengan benar dan tidak merugikan lingkungan sekitar. Namun, mereka menegaskan persawahan masyarakat tidak semestinya menjadi tempat limpahan limbah kotoran peternakan.
Warga kini menunggu tindakan konkret Pemerintah dan pengelola CV Putra Jaya Farm. Mereka berharap persoalan tersebut diselesaikan secara permanen, sebelum dugaan dampak limbah semakin meluas dan mengganggu lahan serta mata pencaharian petani di sekitar lokasi.
{Team/ Faktainews.com}
