Diduga Gudang Mafia Solar Bersubsidi Milik MUN Disorot, Warga Pantai Labu Minta Polisi Usut Tuntas



Pantai Labu, Faktainews.com
| Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, kembali menjadi sorotan masyarakat. Seorang warga berinisial MUN, yang berdomisili di Desa Paluh Sibaji, Gang Jago, diduga menjalankan aktivitas penimbunan solar bersubsidi di sejumlah lokasi. Dugaan tersebut memicu keresahan warga yang mengaku kesulitan memperoleh solar bersubsidi. Senin (27/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, MUN diduga menimbun BBM jenis solar bersubsidi di sebuah gudang yang berada di belakang rumahnya di Desa Paluh Sibaji, Gang Jago. Solar yang telah dikumpulkan tersebut diduga kemudian diangkut menggunakan mobil Suzuki Carry berwarna hitam pada malam hari untuk dipasok ke salah satu kawasan industri di Sampali dengan harga yang lebih tinggi.

Warga juga menduga pasokan solar bersubsidi tersebut berasal dari SPBUN 18.205.207 Koperasi Panla Mandiri yang berada di Desa Pantai Labu Pekan, Kecamatan Pantai Labu. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Seorang warga Desa Paluh Sibaji yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, dugaan gudang penyimpanan solar milik MUN tidak hanya berada di satu lokasi.

"Gudangnya banyak, Bang. Di Gang Jago saja ada dua. Dekat TPI ada satu, di Dusun 4 juga ada. Sistemnya berpindah-pindah tempat supaya tidak mudah diketahui keberadaan gudang penimbunan minyaknya," ujar warga yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Menurut warga, aktivitas tersebut diduga telah berlangsung cukup lama. Mereka berharap Aparat Penegak Hukum segera melakukan penyelidikan agar dugaan penimbunan BBM bersubsidi dapat diungkap secara terang.

Warga Pantai Labu juga meminta Polresta Deli Serdang bersama instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan gudang penimbunan tersebut.

"Kami minta aparat segera bertindak. Kami sebagai masyarakat sangat sulit mendapatkan solar bersubsidi, sementara kalau memang ada penimbunan seperti ini tentu sangat merugikan masyarakat," ujar seorang warga kepada awak media.

{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama