Dua Aksi Pencurian Digagalkan dalam Sehari, Tim Keamanan Kebun Tandem Selamatkan Setengah Ton Lebih TBS




Sumut, Faktainews.com | Tim Keamanan Kebun Tandem kembali membuktikan efektivitas patroli terpadu dalam menjaga aset perusahaan. Sepanjang Senin (27/7/2026), tim gabungan yang terdiri atas personel keamanan, KORKAM, BKO, dan Security berhasil menggagalkan dua upaya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di dua lokasi berbeda. Sebanyak 37 tandan TBS dengan total berat sekitar 653 kilogram berhasil diamankan sebelum sempat dibawa keluar dari areal perkebunan.

Pengungkapan pertama terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Afdeling II Blok 34. Saat melaksanakan patroli di kawasan yang di kenal rawan pencurian, petugas melihat seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan keluar dari areal kebun. Tim kemudian melakukan pengendapan untuk memastikan situasi sebelum menyisir lokasi.

Hasil penyisiran menemukan 13 tandan TBS Komedel 17 dengan berat sekitar 221 kilogram yang diduga telah dipersiapkan untuk dibawa keluar dari areal perkebunan. Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Pos Keamanan Kebun Tandem.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 22.30 WIB, Tim Keamanan KORKAM, BKO, dan Security JWM Tandem kembali menggagalkan aksi pencurian di Afdeling IV Blok I3 Sampahan, Sei Semayang.

Berawal dari informasi mengenai aktivitas pemanen liar, petugas segera bergerak menuju lokasi dan melakukan pengejaran. Namun, para pelaku lebih dahulu mengetahui kedatangan tim keamanan sehingga berhamburan melarikan diri ke arah Perkampungan Kebun Baru, Mulyorejo.

Meski gagal menangkap pelaku, penyisiran yang dilakukan petugas kembali membuahkan hasil. Sebanyak 24 tandan TBS Komedel 18 dengan berat sekitar 432 kilogram ditemukan masih berserakan di lokasi. Seluruh barang bukti kemudian dilangsir dan diamankan ke Pos Keamanan Afdeling 4 Sei Semayang.

Dari dua operasi tersebut, Tim Keamanan Kebun Tandem berhasil menyelamatkan sedikitnya 37 tandan TBS dengan total berat sekitar 653 kilogram. Keberhasilan ini kembali menegaskan bahwa patroli rutin, pengendapan, pengejaran, serta penyisiran yang dilakukan secara terpadu menjadi strategi efektif dalam mempersempit ruang gerak para pelaku pencurian hasil perkebunan.

Manajemen menegaskan akan terus memperkuat pengamanan di seluruh areal operasional guna melindungi aset perusahaan dari praktik panen liar maupun pencurian hasil perkebunan. Setiap aktivitas mencurigakan akan ditindak sesuai prosedur, sementara barang bukti yang ditemukan langsung diamankan sebagai bagian dari upaya penegakan keamanan di lingkungan perkebunan.

Masyarakat juga diimbau agar tidak terlibat dalam pencurian maupun pengangkutan hasil perkebunan secara ilegal. Selain merugikan perusahaan, perbuatan tersebut merupakan tindak pidana yang dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

{Team/ Faktainews.com}

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama