
Sumut, Faktainews.com | Malam hingga dini hari tak menyurutkan kewaspadaan Tim Pengamanan (PAM), personel BKO, dan security Kebun Tandem. Dalam dua kejadian berbeda, petugas kembali menggagalkan upaya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan mengamankan 50 TBS dengan total berat sekitar 720 kilogram, serta satu bilah egrek.
Aksi pertama terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 18.37 WIB di Blok C5 Afdeling 4 Rayon A Kebun Tandem.
Saat patroli rutin, anggota JWM Afdeling 4 Rayon A, Jeksen, melihat seseorang yang mencurigakan berada di dalam areal perkebunan. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Korkam.
Korkam kemudian mengerahkan personel BKO untuk membantu petugas melakukan pengejaran.
Namun, pelaku mengetahui kedatangan petugas dan langsung melarikan diri menuju perkampungan Blok 2. Petugas tidak berhenti dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
Hasilnya, ditemukan 17 TBS komedil 16 dengan berat sekitar 225 kilogram yang telah ditinggalkan di Blok C5. Seluruh buah kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak Afdeling 4 Rayon A.
Identitas pelaku belum diketahui. Pelaku juga berhasil meloloskan diri ke arah perkampungan.
Belum berselang 12 jam, upaya pencurian kembali digagalkan pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di Afdeling 2 Blok 11 Kebun Tandem.
Saat patroli rutin, Tim Keamanan bersama personel BKO dan security melihat pemanen liar tengah melangsir TBS. Petugas langsung bergerak mengejar.
Melihat kedatangan petugas, pelaku berhamburan dan melarikan diri menuju perkampungan. Petugas kemudian menyisir areal untuk memastikan tidak ada hasil perkebunan yang berhasil dibawa keluar.
Dalam penyisiran tersebut, ditemukan 33 TBS komedil 15 seberat 495 kilogram yang telah ditinggalkan di lapangan. Petugas juga menemukan satu bilah egrek yang digunakan untuk memanen buah.
Seluruh barang bukti selanjutnya digeser dan diamankan ke Pos Keamanan Kebun Tandem.
Dua aksi tersebut memiliki pola serupa. Pelaku memanen atau mengumpulkan TBS di dalam areal perkebunan, kemudian berupaya melangsirkannya melalui jalur yang berbatasan langsung dengan perkampungan.
Meski pelaku dalam kedua kejadian berhasil melarikan diri, upaya mereka membawa keluar produksi kebun berhasil digagalkan. Sebanyak 50 TBS dengan berat sekitar 720 kilogram berhasil diselamatkan sebelum keluar dari areal perkebunan.
Manajemen Kebun Tandem menegaskan pengamanan areal perkebunan akan terus diperketat, terutama pada titik-titik yang berbatasan langsung dengan permukiman warga dan kerap menjadi jalur keluar-masuk hasil perkebunan.
Patroli akan ditingkatkan pada jam dan lokasi yang dinilai rawan. Setiap aktivitas mencurigakan di dalam areal perkebunan akan ditindak dan diamankan sesuai prosedur yang berlaku.
Manajemen juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mengambil, memanen, maupun membawa keluar produksi kebun tanpa hak. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga merupakan pelanggaran yang dapat diproses sesuai ketentuan hukum.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba mencuri atau menguasai hasil perkebunan secara ilegal. Pengamanan akan terus kami perketat dan setiap pelanggaran akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku. Kami meminta masyarakat tidak terlibat dalam aktivitas pencurian karena konsekuensi hukumnya jelas,” tegas manajemen.
Seluruh barang bukti berupa TBS dan satu bilah egrek telah diamankan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
{Team/ Faktainews.com}