
Sumut, Faktainews.com | Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali dipatahkan Tim Buser Keamanan Kebun Tandem bersama BKO TNI-Polri dan security, Rabu (26/8/2026). Dalam pengamanan di sejumlah titik rawan, petugas membekuk satu pria yang diduga terlibat panen liar dan mengamankan 43 TBS seberat 535 kilogram.
Aksi pertama terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Blok I2 Kandang Lembu, Afdeling IV Sei Semayang. Saat patroli, petugas menerima informasi adanya pemanen liar. Namun, pelaku lebih dahulu mengetahui kedatangan petugas dan melarikan diri menuju Kampung Klambir 5.
Petugas kemudian melakukan penyisiran. Dari lokasi, ditemukan TBS yang telah ditumpuk di jalan langsir. Sebanyak 2 TBS komedil 15 seberat 30 kilogram diamankan ke kantor Afdeling IV Rayon A Sei Semayang.
Sekitar pukul 15.00 WIB, aksi kembali digagalkan di Blok K18 Afdeling IV Sei Semayang. Pemanen liar yang mengetahui kehadiran petugas langsung kabur menuju perkampungan Kebun Baru, Muliorejo.
Hasil penyisiran menemukan TBS yang telah ditumpuk di jalan langsir. Sebanyak 23 TBS komedil 15 seberat 345 kilogram kemudian diamankan ke kantor Rayon A Sei Semayang.
Setelah beberapa kali aksi panen liar berhasil digagalkan, petugas akhirnya menangkap seorang pria sekitar pukul 16.00 WIB di Blok J4.
Tim keamanan, BKO dan security Afdeling IV Rayon A Tandem memergoki pria tersebut saat diduga melakukan panen liar. Pelaku diketahui bernama Apok Juliadi (38), warga Jalan Penampungan, Muliorejo.
Dari lokasi, petugas mengamankan 7 TBS komedil 15 seberat 105 kilogram serta satu bilah egrek.
Apok Juliadi kemudian dibawa ke kantor Afdeling IV Rayon A Sei Semayang untuk dimintai keterangan sebelum diserahkan kepada Polsek Hamparan Perak guna menjalani proses hukum.
Pengamanan kembali dilakukan sekitar pukul 18.30 WIB di Afdeling VI Blok 100 Bulu Cina. Tim Keamanan Korkam, BKO dan security mendapati pemanen liar sedang melangsir TBS melalui parit isolasi yang tembus ke areal kebun tebu Tandem.
Mengetahui kedatangan petugas, pelaku melarikan diri menuju perkampungan Pasar 3 Tandem. Petugas kemudian melakukan penyisiran dan menemukan 11 TBS komedil 5 seberat 55 kilogram di dalam parit isolasi.
Barang bukti kemudian diamankan ke kantor Afdeling VI Bulu Cina.
Manajemen Kebun Tandem memastikan patroli dan penyisiran akan terus diperkuat, terutama di titik-titik yang dinilai rawan. Koordinasi antara petugas keamanan kebun, BKO TNI-Polri dan security juga ditingkatkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Penangkapan Apok Juliadi menjadi salah satu hasil pengamanan di tengah rangkaian aksi panen liar yang berulang. Berbeda dengan pelaku lain yang melarikan diri, Apok berhasil diamankan dan diserahkan kepada kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Manajemen menegaskan pengawasan terhadap produksi TBS akan terus dilakukan. Setiap upaya mengambil hasil perkebunan tanpa hak akan ditindak sesuai ketentuan hukum.
{Team/ Faktainews.com}