![]() |
Deli Serdang, Faktainews.com | Upaya penggagalan pencurian tandan buah segar (TBS) di areal Kebun Tandem, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, berujung ricuh. Seorang petugas security Rayon A diduga menjadi korban pengeroyokan saat menjalankan tugas pengamanan dalam aksi penggagalan pencurian sawit di Afdeling II Blok 35, Jumat (22/5/2026).
Peristiwa bermula sekitar pukul 05.45 WIB, ketika tim keamanan Kebun Tandem yang terdiri dari personel security dan BKO melaksanakan patroli rutin di kawasan rawan pencurian. Saat berada di Afdeling II Blok 10, petugas memergoki sejumlah pemanen liar yang diduga tengah melakukan pencurian tandan buah segar (TBS) sawit di dalam areal perkebunan.
Mengetahui kedatangan petugas, para pelaku langsung melarikan diri menuju jalan aspal ke arah Perkampungan Peringgan. Tim keamanan pun melakukan pengejaran untuk menggagalkan aksi pencurian tersebut.
Namun situasi mendadak berubah tegang. Di tengah upaya pengamanan, salah seorang petugas security Rayon A diduga menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh sejumlah orang sebelum bantuan personel tambahan pengamanan Kebun Tandem tiba di lokasi.
Meski diwarnai aksi kekerasan terhadap petugas, tim keamanan tetap melanjutkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya, petugas menemukan buah sawit berserakan yang diduga merupakan hasil pemanenan ilegal. Dari lokasi, tim berhasil mengamankan 33 tandan TBS dengan estimasi berat mencapai 495 kilogram.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke pos keamanan Kebun Tandem untuk dilakukan pendataan serta melaporkan nya kepada pimpinan sebagai bagian dari tindak lanjut penanganan kasus.
Menyikapi insiden tersebut, jajaran petugas keamanan bersama personel Polres Binjai bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 11.06 WIB di lokasi kejadian, tepatnya di Blok 35 Afdeling II Kebun Tandem.
Petugas yang terlibat dalam penanganan di tempat kejadian perkara (TKP) antara lain Andre, Endra, Levi, Faris, dan Sani, bersama personel Polres Binjai. Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan dalam kondisi aman, sementara proses penyelidikan terhadap dugaan pengeroyokan dan pencurian sawit masih terus berlangsung.
Korban dugaan pengeroyokan diketahui bernama Agil Frisna, petugas security yang saat kejadian tengah menjalankan tugas pengamanan di lapangan. Sebagai bagian dari proses penyelidikan, korban telah menjalani visum et repertum berdasarkan surat permintaan resmi dari Polres Binjai tertanggal 22 Mei 2026.
Manajemen Kebun Tandem menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi pelaku pencurian maupun pihak-pihak yang melakukan kekerasan terhadap petugas keamanan.
“Setiap pelaku pencurian maupun tindakan kekerasan terhadap petugas akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Keselamatan personel menjadi prioritas, dan pengamanan di seluruh wilayah operasional akan terus kami perkuat,” tegas pihak manajemen.
{Team/ Faktainews.com}
