Tim Pengamanan Kebun Tandem Gagalkan Pencurian TBS, Pelaku Diduga Provokasi Warga untuk Serang Petugas

Redaksi
By -
0



Deli Serdang, Faktainews.com
| Tim pengamanan Kebun Tandem bersama personel BKO dan security kebun kembali menggagalkan aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal Afdeling II Blok 11, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Dalam upaya penggagalan tersebut, para pelaku diduga berupaya memprovokasi warga untuk menghalangi petugas dengan cara meminta bantuan saat melarikan diri dari lokasi.



Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika tim keamanan melaksanakan patroli rutin di kawasan rawan pencurian dan memergoki sejumlah orang diduga tengah melakukan pemanenan liar di dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.



Menyadari adanya aktivitas ilegal tersebut, tim keamanan segera bergerak melakukan pengendapan dan upaya pengejaran guna menggagalkan aksi pencurian serta mengamankan para pelaku. Namun, saat hendak ditindak, para pelaku lebih dulu melarikan diri ke arah Perkampungan Peringgan.



Dalam pelariannya, para pelaku diduga berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Diduga, tindakan tersebut dilakukan untuk memprovokasi masyarakat agar melakukan perlawanan dan menyerang petugas pengamanan kebun yang sedang menjalankan tugas pengamanan aset perusahaan.



Meski sempat memicu ketegangan, situasi berhasil dikendalikan. Tim keamanan memilih mengedepankan langkah persuasif dan menahan diri guna menghindari benturan langsung dengan masyarakat sekitar demi menjaga kondusivitas keamanan wilayah.



Setelah situasi dinyatakan aman, petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya, tim menemukan buah sawit hasil panen ilegal yang ditinggalkan dan masih berserakan di areal kebun.



Dari lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan 35 tandan TBS dengan estimasi berat mencapai sekitar 420 kilogram. Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Pos Keamanan Kebun Tandem. 



Pihak pengamanan Kebun Tandem menyatakan akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan pencurian guna menjaga aset perusahaan sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan perkebunan.



“Pengamanan akan terus kami tingkatkan. Setiap aksi pencurian maupun tindakan yang membahayakan petugas tidak akan ditoleransi. Siapa pun yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan perkebunan,” tegas pihak pengamanan kebun.



{Team/Faktainews.com}

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)