![]() |
Batang Kuis, Faktainews.com | Upaya pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal Kebun Bandar Klippa kembali berhasil digagalkan. Meski para pelaku berhasil melarikan diri, Tim Pengamanan (PAM) Kebun Bandar Klippa bersama personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) berhasil menyelamatkan hasil panen ilegal beserta alat yang diduga digunakan untuk melakukan aksi pencurian.
Peristiwa itu terjadi di Afdeling IV Blok 18, Rabu (8/7/2026) malam sekitar pukul 21.51 WIB. Operasi pengamanan sempat diwarnai ketegangan setelah sejumlah warga diduga terprovokasi dan melempari petugas dengan batu ketika pelaku melarikan diri.
Berdasarkan laporan petugas, pengungkapan kasus bermula sekitar pukul 20.10 WIB saat personel keamanan Rayon B, Aidil dan Riski, melakukan pengendapan di kawasan Pasar 3 Timur Blok 19 yang selama ini dipetakan sebagai jalur rawan panen liar.
Dalam pengamatan tersebut, petugas melihat dua orang sedang melakukan panen liar di areal perkebunan. Menyadari adanya dugaan tindak pidana, petugas segera berkoordinasi dengan Tim BKO, Danton, dan Korkam untuk melakukan penyergapan.
Namun saat tim bergerak mendekati lokasi, kedua pelaku memilih melarikan diri dengan melompati parit pembatas (baketan). Dalam pelariannya, salah seorang pelaku dilaporkan sempat menabrak seorang anak kecil dan berteriak mengaku dilempari batu. Teriakan itu diduga memicu kesalahpahaman sehingga sejumlah warga berdatangan dan melempari Tim PAM dengan batu.
Menghadapi situasi yang memanas, Korkam memerintahkan seluruh personel berlindung di balik pohon kelapa sawit guna menghindari bentrokan yang lebih besar. Setelah kondisi memungkinkan, Korkam bersama personel BKO dan Danton mendatangi warga untuk memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya.
Setelah situasi berhasil dikendalikan dan warga memahami peristiwa tersebut, Tim PAM melakukan evakuasi terhadap barang bukti yang ditinggalkan pelaku, yakni 1 tandan buah segar (TBS) seberat sekitar 5 kilogram, 5 kilogram komidel, serta 1 bilah dodos yang diduga digunakan untuk memanen sawit secara ilegal.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Mes BKO sebagai bagian dari proses pengamanan dan pendataan, sebelum dilaporkan kepada pimpinan untuk penanganan lebih lanjut.
Manajemen Kebun Bandar Klippa menegaskan patroli rutin, pengendapan, dan pengawasan di titik-titik rawan akan terus diperkuat untuk mencegah praktik panen liar maupun pencurian aset perusahaan. Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta mendukung upaya penegakan hukum dan pengamanan aset negara.
Hingga operasi berakhir, situasi di lokasi dilaporkan telah kembali aman dan kondusif, sementara upaya identifikasi serta pengejaran terhadap para pelaku masih terus dilakukan.
{Team/ Faktainews.com}
