
Percut Seituan, Faktainews.com | Tim Buser Pengamanan Kebun Bandar Klippa kembali menggagalkan aksi pencurian tandan buah segar (TBS). Dua pria, Diki Triwahyudi (28) dan Mineralisasi Siregar (30), ditangkap saat diduga melangsir TBS keluar dari areal perkebunan, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 04.20 WIB.
Diki, warga Jalan Lapangan, Dusun 7, Desa Bandar Setia, dan Mineralisasi, warga Dusun 8, Jalan Permadi, Desa Sentis, diamankan di areal Afdeling I Blok 03.
Penangkapan bermula ketika petugas jaga, Irawan dan Muhammad Agung, melakukan patroli rutin. Tim pengamanan kemudian melihat aktivitas mencurigakan berupa seseorang yang diduga sedang melangsir TBS menuju keluar areal perkebunan.
Petugas melakukan pengendapan untuk mengantisipasi pelaku melarikan diri. Setelah memastikan keberadaan mereka, Tim Buser bergerak dan berhasil mengamankan kedua pria tersebut.
Dari lokasi, petugas mengamankan 7 tandan buah sawit dengan total berat sekitar 105 kilogram serta satu bilah egrek yang diduga digunakan untuk melakukan panen liar.
Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke kantor afdeling untuk pendataan sebelum diserahkan ke Polsek Medan Tembung guna menjalani proses hukum lebih lanjut.Penindakan tersebut dilakukan Tim Buser yang terdiri atas Saragi selaku Korkam, Ryandi Harahap dari BKO, Kopda Irwan Suriyanto dari BKO, serta Purwanto selaku Danton. Tim bantuan juga turut mendukung pengamanan, yakni Nico Hamdika, Ramadoni, Abdul Malik dan Padil.
Akses keluar-masuk yang digunakan untuk membawa hasil panen tersebut mengarah ke Desa Bandar Setia.
Manajer Kebun Bandar Klippa, Horas F.L. Panjaitan, menegaskan pengamanan areal perkebunan akan terus diperketat. Patroli rutin, pengendapan dan pengawasan di titik-titik rawan dilakukan untuk mencegah hasil produksi kebun dibawa keluar tanpa hak.
Horas mengatakan keberhasilan menangkap dua orang yang diduga terlibat pencurian TBS tersebut merupakan hasil dari patroli dan respons cepat petugas di lapangan.
“Pengamanan akan terus kami tingkatkan. Petugas tidak boleh lengah, terutama di titik-titik yang menjadi akses keluar-masuk dari areal kebun,” kata Horas.
Menurut dia, manajemen juga terus memperkuat koordinasi antara petugas keamanan kebun, Tim Buser, personel BKO dan Aparat Penegak Hukum.
“Kami tidak memberikan ruang bagi siapa pun untuk melakukan pencurian atau panen liar di areal kebun. Setiap pelaku yang tertangkap akan kami serahkan kepada Aparat Penegak Hukum untuk diproses sesuai ketentuan,” tegasnya.
Horas juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil maupun membawa keluar hasil produksi perkebunan tanpa hak.
“Jangan mencoba mengambil hasil kebun. Pengamanan terus berjalan dan setiap aktivitas yang mencurigakan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.
{Team/ Faktainews.com}
