
Sumut, Faktainews.com | Tim Buser Keamanan Kebun Tandem bersama personel BKO TNI-Polri dan security Kembali menggagalkan serangkaian aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah areal perkebunan, Senin (24/8/2026).
Dalam rentang waktu pagi hingga sore, petugas menggagalkan 7 aksi pencurian. Sebanyak 90 TBS dengan total berat 1.442 kilogram berhasil diamankan. Petugas juga menyita dua bilah egrek dan satu unit becak barang yang diduga digunakan untuk mengangkut hasil panen liar.
Aksi pertama terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di Afdeling I Blok 15. Saat patroli, tim mendapat informasi adanya pemanen liar yang sedang melangsir buah. Petugas bergerak ke lokasi dan melakukan pengejaran.
Pelaku yang mengetahui kedatangan petugas langsung melarikan diri menuju perkampungan Waringin. Ia meninggalkan barang bukti berupa 5 TBS komedil 16 seberat 126 kilogram dan satu unit becak barang Honda Supra Vit BK 5779 RU.
Sekitar pukul 09.15 WIB, aksi berikutnya digagalkan di Afdeling V Blok 631 Tower, Kelambir. Pelaku melarikan diri melalui sungai menuju perkampungan setelah mengetahui kedatangan petugas.
Dari lokasi, petugas mengamankan 21 TBS komedil 15 seberat 315 kilogram serta satu bilah egrek.
Pengamanan kembali terjadi sekitar pukul 11.03 WIB di Afdeling V Blok 607 Kelambir. Pelaku melarikan diri melalui sungai, sementara petugas melakukan penyisiran dan menemukan 11 TBS komedil 15 seberat 165 kilogram.
Sekitar pukul 16.00 WIB, tim Rayon A Sei Semayang menggagalkan aksi pencurian di Afdeling IV Blok B3. Pemanen liar yang menyadari kedatangan petugas kabur menuju perkampungan Blok 2 Paya Bakung.
Dalam penyisiran, petugas menemukan 26 TBS komedil 18 seberat 468 kilogram yang masih berserakan di bawah pohon sawit.
Setengah jam kemudian, sekitar pukul 16.30 WIB, aksi kembali digagalkan di Afdeling II Blok 01. Petugas yang sedang melakukan patroli melihat pemanen liar dari kejauhan dan melakukan pengendapan sebelum bergerak mendekati lokasi.
Namun, pelaku lebih dahulu menyadari keberadaan petugas dan melarikan diri ke arah perkampungan. Petugas kemudian mengamankan 11 TBS komedil 20 seberat 220 kilogram serta satu bilah egrek.
Sekitar pukul 16.45 WIB, Tim Keamanan Rayon B Kelambir kembali menemukan hasil panen liar di Afdeling V Blok 612. Pelaku melarikan diri menuju perkampungan dan masih dalam penyisiran petugas.
Sebanyak 6 TBS komedil 13 seberat 78 kilogram diamankan dan diserahkan kepada mandor.
Pengamanan terakhir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Afdeling I Blok 15A. Tim kembali mengejar pemanen liar yang sedang melangsir buah. Pelaku melarikan diri menuju perkampungan dan meninggalkan 10 TBS komedil seberat 70 kilogram.
Manajemen Kebun Tandem menegaskan pengamanan tidak hanya mengandalkan patroli rutin, tetapi juga memperkuat koordinasi antara Tim Buser, Bapam, personel BKO TNI-Polri dan security.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku panen liar sekaligus memastikan produksi TBS tetap berada dalam pengawasan perkebunan.
“Pengamanan terus diperketat. Setiap informasi terkait pencurian produksi akan segera ditindaklanjuti dan dilakukan penyisiran di lokasi,” tegas manajemen Kebun Tandem.
Dari tujuh kejadian tersebut, belum ada pelaku yang berhasil diamankan. Para pelaku memilih kabur melarikan diri ke kawasan perkampungan setelah mengetahui kedatangan petugas.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke pos keamanan. Untuk sejumlah kasus, laporan juga diteruskan ke Polsek Binjai guna kepentingan penyelidikan dan penanganan lebih lanjut.
Rangkaian penggagalan ini menunjukkan bahwa pencurian produksi masih menjadi ancaman serius di areal Kebun Tandem. Manajemen memastikan patroli akan terus dilakukan untuk menutup celah bagi pelaku yang mencoba mengambil keuntungan dari hasil perkebunan secara ilegal.
{Team/ Faktainew.com}