
PANTAI LABU, Faktainews.com | Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Nibung, Desa Pantai Labu Pekan, Dusun III, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (9/9/2026). Sebuah mobil Mitsubishi L300 bernomor polisi BK 8951 GL yang mengangkut telur ayam terbalik dan masuk ke sungai besar milik Balai Wilayah Sungai (BWS).
Insiden tersebut kembali menyoroti kondisi infrastruktur di lokasi. Jalan yang berada tepat di sisi saluran sungai besar itu disebut warga belum dilengkapi pembatas jalan maupun pengaman yang memadai.
Mobil pengangkut telur mengalami kerusakan setelah terperosok ke dalam sungai. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Namun, nilai tersebut masih berupa perkiraan dan belum terdapat keterangan resmi mengenai total kerugian.
Bagi warga sekitar, kecelakaan itu bukan sekadar insiden tunggal. Mereka menyebut kendaraan yang terperosok ke saluran sungai di titik tersebut telah beberapa kali terjadi.
Ketua BPD Desa Pantai Labu Pekan, Agus Salim, mengatakan kecelakaan serupa bahkan telah terjadi hingga tiga kali di lokasi yang sama.
“Di Jalan Benteng BWS ini sudah tiga kali mobil jatuh. Sebenarnya sudah kita ajukan kepada dinas terkait, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah terkait,” ujar Agus Salim.
Menurut Agus, kondisi jalan yang berdampingan langsung dengan saluran sungai membutuhkan pengamanan serius. Ketiadaan tembok penahan tanah, pagar pembatas, maupun rambu peringatan membuat sisi jalan dinilai rawan, khususnya bagi pengendara yang melintas.
Ia meminta instansi pemerintah yang memiliki kewenangan segera turun ke lapangan dan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jalan serta saluran sungai di kawasan tersebut.
Pemasangan pagar pengaman, tembok penahan tanah, rambu peringatan, atau bentuk perlindungan lain dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.
Warga pun meminta pemerintah tidak menunggu hingga kecelakaan berikutnya menelan korban jiwa. Mereka berharap titik rawan tersebut segera ditangani sebelum persoalan infrastruktur berubah menjadi tragedi.
Masyarakat juga mendesak adanya pengecekan menyeluruh terhadap badan jalan, kemiringan jalan, kondisi bahu jalan, serta jarak antara badan jalan dan saluran sungai. Langkah tersebut dinilai penting untuk menentukan bentuk pengamanan yang paling tepat.
Kecelakaan mobil pengangkut telur ini akhirnya menjadi peringatan kembali. Bagi warga, persoalannya bukan hanya kendaraan yang masuk sungai, melainkan kondisi jalan yang dinilai belum memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
Mereka berharap Pemerintah dan Instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar Jalan Nibung tidak kembali menjadi titik kecelakaan dan tidak sampai menunggu korban jiwa baru dilakukan pembenahan.
Reporter: Jansen.